PLTS Terapung Terbesar Dunia di Batam Bakal Jual Listrik ke Singapura

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 20:30 WIB
Untuk meningkatkan kapasitas dan kebutuhan listrik di Pulau Gili Trawangan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, PLN mengembangkan listrik tenaga surya dengan kapasitas pasokan 200 kWp + 400 kWp.
Ilustrasi/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung terbesar di dunia akan dibangun di Batam. Nantinya pembangkit dengan sistem fotovoltaik terapung ini memiliki kapasitas 2,2 gigawatt-peak (GWp.

PLTS ini akan dibangun di atas Waduk Duriangkang, Batam seluas 1.600 hektare. Pembangunan akan dimulai pada 2022 dan ditarget selesai pada 2024.

Pendiri sekaligus kepala eksekutif Sunseap Frank Phuan mengungkapkan jika listrik yang dihasilkan nantinya bisa dijual ke Singapura melalui kabel bawah laut.

Selain itu energi listrik yang dihasilkan di PLTS terapung ini akan dijadikan cadangan untuk pemasok energi surya non intermiten dan sebagian akan dikonsumsi di Batam. Saat ini Batam secara total memiliki kapasitas pembangkit listrik 540 MW dari berbagai pembangkit mulai gas, uap, dan diesel.

"Pembangunan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan di proyek cadangan energi surya dalam skala besar," kata Phuan dikutip dari Reuters, Jumat (23/7/2021).

Sunseap Group merupakan operator sistem energi surya di Singapura. Lebih dari 2.000 MegaWatt-peak (MWp) dan sejumlah proyek energi surya di seluruh Asia.
Pada Maret lalu, Sunseap juga telah merampungkan sistem fotovoltaik terapung 5MWp di lepas pantai Singapura di sepanjang Selat Johor.

Ketua BP Batam Muhammad Rudi mengatakan investasi Sunseap akan menjadi sentimen positif untuk industri yang sedang berupaya mengurangi jejak karbon dari kegiatan operasional mereka.

(kil/ara)