Pemerintah Salurkan Gas Pertama dari Jaringan Gas Kota Cirebon

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 15:24 WIB
Jaringan Gas
Foto: ESDM
Jakarta -

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM melakukan gas in atau penyaluran pertama di rumah salah satu penerima jaringan gas Kota Cirebon di Kelurahan Kalijaga, Cirebon pada Senin (26/7) kemarin. Gas in ini dilaksanakan di sektor 6 Kelurahan Kalijaga.

Gas In yang dilaksanakan merupakan pembangunan jargas yang bersifat penetrasi dan akan dibangun sebanyak 71 sambungan rumah (SR) pada sektor tersebut. Sedangkan untuk Kelurahan Kalijaga, secara keseluruhan akan dibangun sebanyak 1.210 SR.

Pembangunan jargas yang bersifat penetrasi adalah menambah sambungan rumah pada sektor yang eksisting, dengan melakukan tie in ke pipa distribusi yang sudah ada. Adapun pengembangan, membuka sektor baru dengan membuat pipa induk, regulator sektor dan pipa distribusi yang baru.

Kegiatan ini merupakan gas in pertama pada pembangunan jargas anggaran tahun 2021 di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Gas in akan dilanjutkan pada rumah penerima jargas berikutnya, sampai dengan penyelesaian konstruksi yang akan selesai pada bulan November 2021 yang akan membangun 4.515 SR untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon sebanyak 3.758 SR.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhamad menuturkan keberhasilan pembangunan jargas di masa pandemi ini, tentunya tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat.

"Dukungan pemda sudah merupakan 50% dari keberhasilan. Dan sebaliknya, apabila tidak ada dukungan dari Pemda merupakan 50% dari ketidakberhasilan," ujar Arifin dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Lebih lanjut Arifin mengatakan, hal utama dalam pembangunan infrastruktur adalah tata ruang dalam suatu kota atau area. Apabila Kota Cirebon memiliki master plan pembangunan jargas, badan usaha seperti PT PGN dapat membangun jargas secara mandiri berdasarkan kapasitas masyarakat.

"Tentunya kita harus saling bahu-membahu antara pelaksana dan Pemda. Kami berterima kasih sekali atas dukungan Pemda selama ini," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Manajer Sales Area Cirebon PT PGN, Mahmuri, mengatakan PT PGN menerima penugasan dari Kementerian ESDM untuk pengelolaan jargas dan siap untuk pengembangan bagi masyarakat yang rumahnya belum terpasang jargas.

"Mohon dukungan dari Pemda dan Ditjen Migas tentunya supaya program berjalan lancar. Apresiasi kami sampaikan karena pembangunan jargas di Cirebon yang paling cepat dibandingkan tempat yang lain. Ini tentunya karena dukungan Pemda yang sangat kuat," katanya.

Mahmuri juga berharap agar pelaksanaan pengoperasian jargas nantinya berjalan lancar, termasuk pembayaran tagihan pemakaian oleh masyarakat.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon Sumanto mengucapkan terima kasih atas pembangunan jargas bagi warganya.

"Semua yang kita lakukan ini demi kepentingan masyarakat. Itu yang harus diutamakan," ucap Sumanto.

Penyaluran gas pertama tersebut ditandai dengan pemotongan pita sederhana oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhamad.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon, Koordinator Pengawasan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Agung Kuswardono, Pejabat Pembuat Komitmen (P2K) Jargas Kota/Kabupaten Cirebon Azhari dan Manajer Sales Area Cirebon PT PGN Mahmuri.

Sebagai informasi, pembangunan jargas di Kota Cirebon tahun 2021 merupakan program pengembangan lantaran sebelumnya sudah terdapat jaringan gas kota eksisting dengan menggunakan APBN sebanyak 4.000 SR yang dibangun pada tahun 2012 dan 3.503 SR pada tahun 2018. Pengelolaan jaringan gas kota eksisting tersebut, dioperatori oleh PT PGN.

Rencana semula, jargas Kota Cirebon akan dibangun tahun 2020. Namun lantaran ada refocusing anggaran, konstruksi pembangunan jargas ditunda menjadi tahun 2021.

Sumber pasokan jargas Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon berasal dari Pertamina EP. Adapun alokasinya, untuk Kota Cirebon sebanyak 4.515 SR meliputi 12 sektor yang tersebar pada daerah Kelurahan Kecapi, Kalijaga dan Argasunya yang sifatnya penetrasi, serta Kelurahan Argasunya dan Harjamukti yang sifatnya pengembangan.

Untuk pembangunan jargas di Kabupaten Cirebon sebanyak 3. 758 SR, meliputi daerah Kelurahan Desa Klayan, Jatimerta dan Astana, yang semuanya bersifat pengembangan.

Saat ini, progres pembangunan konstruksi jargas di Kota mencapai 73,2% dan Kabupaten Cirebon sebesar 72,3%, serta TKDN 52,75 %. Pelaksanaan pembangunan konstruksi jargas ini, Kota Cirebon telah menyerap tenaga kerja sebanyak 320 orang dengan jumlah mandays sebanyak 20.119 hari orang kerja (HOK). Sedangkan untuk Kabupaten Cirebon sebanyak 335 orang dengan jumlah mandays sebanyak 17.966 hari orang kerja (HOK).

(ega/mpr)