Agustus, Pertamina Ngebor Minyak di Lamongan

Eko Sudjarwo - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 17:31 WIB
Rencana eksplorasi minyak di Lamongan
Foto: Dok. Humas Pemkab Lamongan
Lamongan -

Eksplorasi minyak di Lamongan, Jawa Timur, segera dimulai. Jika tak ada perubahan rencana, eksplorasi yang dilakukan di Desa Beru, Kecamatan Sarirejo ini dimulai Agustus.

Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Jawa-Bali-Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) Nurwahyudi mengjelaskn Agustus mendatang ini pihaknya akan mulai melakukan pengeboran di Desa Beru, Kecamatan Sarirejo. Saat ini, kata Nurwahyudi, tengah dilakukan tahapan persiapan lahan di lokasi.

"Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan eksplorasi, terkait perizinan dan aspek lingkungan hidup kami sudah mendapatkan ijin serta dari ijin Dinas Perhubungan," kata Nurwahyudi saat melakukan audiensi bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di ruang kerja Bupati Lamongan beberapa waktu lalu yang hadir bersama FM WMO Sapto Agus Sudarmanto, FM Polding Field Jemy Octavianto, Manager Drilling Zona 11 Zulkarnain, Explorarion Rastra Wiradharma, Humas Relation Achmad Setiadi dan Herry Sukmawan.

Pada kesepatan tersebut, Nurwahyudi juga mengungkapkan, peluang di Lamongan untuk dilakukan eksplorasi masih sangat tinggi. Salah satunya, terang Nurwahyudi, adalah yang akan dilakukan pengeboran, yaitu di sumur minyak Kasuari Emas KSE-001 yang ada di Desa Beru, Kecamatan Sarirejo. Saat audensi tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara pelaksanaan sosialisasi kegiatan pengeboran sumur Kasuari Emas KSE-001 di wilayah Lamongan.

Selaku pelaksana, PT. Pertamina EP Asset 4 yang diwakili Humas Relation, Achmad Setiadi menjelaskan berbagai kegiatan dan aktivitas saat dilakukan eksplorasi hingga selesai pengeboran mengingat proses pengerjaan yang dilakukan di tengah wabah COVID-19. Pihaknya, kata Setiadi, menerapkan prosedur yang sangat ketat terkait kesehatan para pekerja sehingga tidak menimbulkan klaster baru.

"Sebelum masuk wilayah Lamongan pekerja sudah melewati masa karantina selama 14 hari serta tes antigen. Usai bekerja, para karyawan ini juga akan dilakukan sterilisasi sehingga akan memberi rasa aman terhadap masyarakat setempat," terang Setiadi.

Sementara, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendukung penuh kegiatan yang akan dilakukan oleh SKK Migas melalui PT Pertamina EP Asset 4.

"Kami mendukung eksplorasi ini sesuai kewenangan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata bupati yang akrab disapa Pak Yes ini.

(hns/hns)