ADVERTISEMENT

Blok Rokan Kembali ke Pangkuan RI, Pasokan Listrik Digenjot

Raja Adil Siregar - detikFinance
Senin, 09 Agu 2021 15:35 WIB
Blok rokan
Foto: dok. Pertamina: Blok Rokan
Riau -

PT PLN (Persero) mulai mengalirkan listrik dan uap ke wilayah kerja Blok Rokan terhitung 9 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB. Pasokan listrik ini mengalir setelah alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Perusahaan listrik negara itu mulai masuk ke Blok Rokan setelah 97 tahun dikelola Chevron, perusahaan asal Amerika Serikat. Sebab sejak 1951 Blok Rokan dikelola Chevron hingga akhirnya blok migas terbesar di Indonesia tersebut kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

"Bagi PLN, ini merupakan pembuktian bahwa kita mampu mengelola pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kerja migas skala besar. Seperti Blok Rokan ini." kata Direktur Utama PLN Zulkifli dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (9/8/2021)

Untuk menjamin pasokan listrik dan uap dalam operasional wilayah kerja Rokan, PLN dan PHR sudah menyepakati untuk menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dan uap pada 1 Februari 2021 lalu. Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap di wilayah kerja Rokan, PLN merencanakan lewat 2 tahap yakni pada masa transisi dan masa permanen.

Pada masa transisi, PLN memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun. PLN sendiri telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit eksisting yang selama ini melistriki wikayah kerja Rokan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW (meggawat) dan didukung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.

"Jangka pendek kami gunakan listrik dari pembangkit yang selama ini sudah pasok listrik ke Rokan sambil 3 tahun ini kami menyiapkan jaringan listrik untuk menghubungkan wilayah kerja Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera," kata Zulkifli.

Di tahap kedua, masa layanan permanen akan mengandalkan pembangkit dan jaringan PLN yang dimulai pada 2024. PLN akan melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera, dengan kapasitas 400 MW.

"PLN juga akan mengambil dari Sistem Sumatera yang sudah cukup besar kesediaan dayanya dan sistemnya, baik di suplai dari sistem dari Selatan maupun Utara melalui sistem 275 KV dan akan menjadi 500 KV," jelas Zulkifli.

Selain itu, PLN memastikan penyediaan pasokan listrik yang andal dari Sistem Sumatera ke Blok Rokan dilakukan dari tiga sumber.

PLN juga menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan Pertamina Hulu Rokan untuk memenuhi kebutuhan listrik wilayah kerja Blok Rokan.

"Dengan sinergitas ini menunjukkan bahwa anak bangsa bisa mengelola blok penghasil minyak terbesar di Indonesia," pungkas Zulkifli.

(ras/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT