Ingat Lagi Respons Ahok saat Pertamina Tembus Fortune Global 500

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 12 Agu 2021 09:52 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Ingat Lagi Respons Ahok saat Pertamina Tembus Fortune Global 500
Jakarta -

Kabar baik datang dari PT Pertamina (Persero) yang pada pekan lalu kembali menembus daftar Fortune Global 500 di tahun 2021. Pertamina menduduki urutan 287, tepatnya masih berada di bawah China National Petroleum (4), Sinopec (5), BP (18), Royal Dutch Shell (19), Exxon Mobile (23), Chevron (75) dan Petronas (277).

Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga sempat menanggapi kabar tersebut. Dia mengatakan, Pertamina harus bekerja lebih keras lagi karena masih tertinggal jauh dengan Petronas dan perusahaan minyak lainnya.

"Dibanding Petronas dan perusahaan minyak lainnya masih tertinggal jauh. Harus kerja lebih keras," kata Ahok, kepada detikcom, dikutip Kamis (12/8/2021).

Meski begitu, tak lupa Ahok tetap memberikan selamat dan mengapresiasi kinerja dari jajaran manajemen, Dewan Komisaris (BOC) dan Dewan Direksi (BOD) serta seluruh sub-holding.

"Selamat kepada jajaran manajemen yang telah bekerja melakukan cost optimasi dan juga kerja BOC, BOD, seluruh sub holding yang bekerja mendukung kebijakan manajemen Persero (holding)," ujar Ahok

Sekedar informasi, PT Pertamina (Persero) kembali masuk Fortune Global 500 tahun 2021. BUMN minyak dan gas itu menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar di posisi 287 dengan nilai pendapatan perusahaan US$ 41,47 miliar pada tahun buku 2020.

Sementara itu, untuk perusahaan migas Internasional yang masuk dalam daftar 10 besar Fortune Global 500 yaitu raksasa energi asal China, China National Petroleum (CNP) dan Sinopec Group yang masing-masing menduduki peringkat ke-4 dan 5.

Beberapa perusahaan migas Internasional lainnya meski secara finansial berhasil mencapai pendapatan signifikan, perusahaan tersebut mengalami kerugian pada 2020 di antaranya BP (18), Royal Dutch Shell (19), Exxon Mobile (23), Chevron (75) dan Petronas (277).

Pertamina mampu mengalahkan beberapa perusahaan besar Repsol (381), Coca-Cola (370), Tesla (392) dan Danone (454). Menteri BUMN Erick Thohir pun optimis Pertamina bisa menjadi 50 perusahaan terbesar dunia dan BUMN lainnya juga bisa masuk top 500.

"Benchmark kita haruslah tinggi. Jadi tidak cukup sekadar top 500, kita bisa lebih baik lagi. Mimpi kita bahwa Pertamina bisa menjadi 50 perusahaan terbesar di dunia dan BUMN kita yang lain masuk juga ke top 500," ujar Erick dalam keterangannya.

Tonton juga Video: Ahok Adopsi Pemikiran Christianto: Meritokrasi Bukan dengan SARA!

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)