Pertamina Temukan Sumber Cadangan Migas di Jakarta, Ini Lokasinya

Yudistira Perdana Imandiar - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 12:06 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES) menemukan sumber cadangan minyak dan gas bumi (migas) di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu. Cadangan migas ditemukan usai PHE OSES menyelesaikan pengeboran sumur Fanny-2 yang berada di Komplek Eksplorasi Angel Cluster, Distrik Central Business Unit (CBU) Blok OSES Pulau Sabira.

Sumur Fanny-2 ditajak pada tanggal 13 Maret 2021 dan diselesaikan (Rig Release) pada tanggal 24 Juni 2021. Direktur Eksplorasi Subholding Upstream Medi Kurniawan menerangkan pengeboran sumur Fanny-2 bertujuan untuk mengkonfirmasi besaran sumberdaya minyak dan gas bumi di Struktur Fanny.

"Penemuan minyak dan gas dari sumur Fanny-2 ini adalah bukti bahwa ide baru, semangat baru dalam mengerjakan lapangan tua (brown field) seperti halnya blok OSES, memberikan hasil yang positif," ungkap Medi, dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2021).

"Selamat untuk PHE OSES, khususnya tim eksplorasi, tetap semangat untuk discovery sumur berikutnya" ucapnya.

VP Eksplorasi Regional Jawa Muharram Jaya Panguriseng menambahkan discovery Sumur Fanny-2 ini diharapkan dapat diikuti oleh keberhasilan pengeboran sumur-sumur eksplorasi berikutnya. Medy mengulas masih ada tiga titik prospek di area Angel Cluster yang akan diakselerasi proses bisnisnya, yaitu Nani, Villani dan Tati untuk dieksekusi pemborannya pada tahun 2022-2023.

"Penuntasan eksplorasi di Angel Cluster menjadi salah satu prioritas Regional Jawa agar undeveloped resources di area Angel Cluster dapat segera dimonetisasi dan memberikan kontribusi produksi minyak dan gas di PHE OSES dan Subholding Upstream Pertamina pada umumnya," kata Muharram.

Ia menjabarkan keseluruhan operasi pengeboran diselesaikan dengan baik dalam waktu 109 hari dengan zero LTI. Penemuan sumber migas ini diharapkan dapat mendukung target produksi nasional minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari pada tahun 2030.

(akn/ara)