Danone Mau Bangun PLTS Atap 15 MW di RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 18 Agu 2021 20:30 WIB
Indonesia memiliki iradiasi energi matahari rata-rata 4,80 kWh per m2 per hari. Sehingga menjadi pilihan yang baik sebagai alternatif sumber energi.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah berkomitmen untuk memenuhi 23% bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2025. Danone Indonesia bersama sejumlah perusahaan nasional dan multinasional menyatakan dukungan untuk mengakselerasi pengunaan energi terbarukan di Indonesia.

Co-lead CEIA Indonesia dan Country Director Allotrope Partners, Gina Lisdiani mengungkapkan dengan aksi ini diharapkan bisa memberikan ruang bagi konsumen energi untuk berpartisipasi dalam pengadaan energi terbarukan dan mempercepat capaian target energi terbarukan Indonesia.

"Anggota Kelompok kerja Corporate Buyer CEIA Indonesia dan rantai pasok mereka dapat memainkan peran yang kuat dalam berbagi pengetahuan mereka dan mendukung replikasi pengalaman pengadaan EBT di pasar lain tempat mereka beroperasi," ujar dia dalam keterangannya, Rabu (18/8/2021).

Danone Indonesia mengembangkan berbagai inisiatif dan upaya kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sebagai bagian dari perusahaan Renewable Electricity (RE) 100, Danone berkomitmen untuk mencapai 100% penggunaan energi listrik terbarukan pada tahun 2030, yang saat ini telah mencapai 54% di tingkat global, serta mencapai zero net carbon emission di sepanjang rantai pasoknya pada tahun 2050.

Komitmen ini diwujudkan di Indonesia dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 6,2 MWp di keempat pabrik. Selain itu, Danone Indonesia juga merealisasikannya melalui pemasangan boiler biomassa berkapasitas 6 ton sebagai penghasil tenaga uap di pabrik kami yang lain. Danone Indonesia pun berkomitmen untuk terus memperluas kapasitas dan jangkauannya ke lebih banyak pabrik kami yang lain.

Danone Indonesia menargetkan PLTS dapat terpasang di seluruh atap pabrik Danone-AQUA pada tahun 2023 dengan total kapasitas sistem lebih dari 15 MWp dan mampu menghasilkan listrik sebesar 21 GWh serta mengurangi emisi karbon sebesar 16.633 ton CO2/tahun, dilanjutkan secara bertahap di seluruh pabrik Sarihusada dan Nutricia hingga tahun 2025.

Sebelumnya, Danone Indonesia sebagai anggota dari European Business Chambers of Commerce (EuroCham) Indonesia juga menjadi bagian dari kerjasama antara EuroCham dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia terkait advokasi dan kerjasama pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Head of Climate and Water Stewardship, Danone Indonesia Ratih Anggraeni mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen global untuk menjawab isu perubahan iklim yang saat ini telah menjadi tantangan sistemik dunia.

Dia menyebutkan menjadi mitra pemerintah dalam menerapkan energi terbarukan merupakan salah satu prioritas yang juga sejalan dengan visi global perusahaan, One Planet One Health.

Komitmen perusahaan untuk mendukung Pemerintah Indonesia dan terbuka untuk berkolaborasi dalam upaya mempercepat transisi penggunaan energi terbarukan di Indonesia melalui penguatan kebijakan dan peraturan, serta program yang mendukung munculnya opsi-opsi pengadaan energi terbarukan yang kompetitif dan inovatif.

"Kami percaya, dengan memperkuat aksi nyata melawan perubahan iklim dunia, Indonesia dapat memainkan peran kunci untuk terciptanya masyarakat yang lebih tangguh," jelasnya.



Simak Video "Kata Danone Indonesia soal Seruan Boikot Produk Prancis"
[Gambas:Video 20detik]