Afghanistan Punya 'Harta Karun' Jumbo: Tembaga, Emas hingga Litium

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 14:31 WIB
Operasi militer yang digencarkan Taliban membutuhkan dana yang tidak sedikit meski tidak diketahui secara pasti besaran dana namun dikutip VOA, Taliban diprediksi mampu menghasilkan US$300 juta hingga US$1,6 miliar per tahunnya.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Afghanistan disebut memiliki harta karun berupa cadangan mineral yang jumlahnya fantastis. Cadangan mineral ini belum dimanfaatkan dengan baik.

Dikutip dari CNN, Jumat (20/8/2021), pada 2010 ahli geologi Amerika Serikat (AS) menyebut nilai kandungan mineral ini mencapai US$ 1 triliun atau Rp 14.400 triliun (kurs Rp 14.400).

Apa saja ya isi kandungan mineral yang jadi harta kartun Afghanistan itu?

Ilmuwan dan pakar keamanan Ecological Futures Group, Rod Schoonover mengungkapkan jika ada besi, tembaga, sampai emas di semua wilayah Afghanistan. Lalu ada juga cadangan litium terbesar di dunia.

Litium adalah komponen penting untuk produksi baterai isi ulang atau teknologi lain untuk menjawab masalah krisis iklim. Cadangan mineral ini merupakan angin segar untuk produsen logam seperti litium dan kobalt, elemen neodymium, dan diimbangi dengan pengembangan mobil listrik dan sumber energi untuk meminimalisir emisi karbon.

Rod menyebutkan, konflik di Afghanistan membuat proses eksplorasi menjadi sulit dan potensinya tidak tergali dengan baik. Banyak negara-negara yang ingin terlibat dalam proses ekstraksi cadangan mineral ini seperti China, Pakistan, dan India.

(kil/ara)