Krisis, Lebanon Naikkan Harga BBM Sampai 66%

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 23 Agu 2021 11:42 WIB
FILE- In this June 27, 2021 file photo, motorcycle drivers wait to get fuel at a gas station in a southern suburb of Beirut, Lebanon. A brawl at a gas station in northern Lebanon over scarce fuel supplies descended into deadly violence on Monday, Aug. 9, 2021, turning into a fight with knives and guns that killed one man, the countrys news agency said. (AP Photo/Hassan Ammar, File)
Ilustrasi/Foto: AP Photo/Hassan Ammar, File
Jakarta -

Pemerintah Lebanon akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 66%. Langkah ini diambil untuk menekan subsidi BBM untuk mengatasi kelangkaan.

Dikutip dari Reuters, Senin (23/8/2021), kenaikan harga BBM untuk oktan 95 akan segera berlaku karena keputusan negara untuk mengubah nilai tukar terhadap harga BBM demi menekan kelangkaan.

Krisis BBM semakin menjadi-jadi bulan ini ketika bank sentral tidak bisa lagi membiayai impor dengan nilai tukar yang disubsidi besar-besaran dan akan beralih ke harga pasar.

Pemerintah prihatin dengan dampak kenaikan harga dalam kesepakatan dengan bank sentral. Kenaikan harga BBM dimungkinkan terjadi namun masih di bawah harga pasar.

Dengan adanya kenaikan harga BBM, maka bisa meningkatkan angka kemiskinan. Keputusan ini diambil pada Sabtu pekan lalu yang dihadiri presiden , gubernur bank sentral, dan pejabat lainnya.

Kenaikan harga tidak sepenuhnya mengangkat nilai tukar terhadap harga BBM. Masih ada celah yang dibiayai negara untuk impor.

Bank sentral akan membuka rekening hingga US$ 225 juta hingga akhir September. Pemerintah akan membayarnya pada anggaran 2022.

Simak Video: Krisis Ekonomi di Lebanon, Listrik Hidup Dua Jam Per Hari

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ang)