Erick Thohir Diminta Bijak Soal Program Kompor Induksi PLN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 17:52 WIB
PLN meluncurkan Gerakan Konversi Satu Juta Kompor Elpiji ke Kompor Induksi. Hal itu dilakukan guna dukung kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Ilustrasi Foto: Istimewa/Dok. PLN
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR Nusron Wahid meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk bijak dalam menyikapi Program Kompor Induksi PLN.

Nusron mengungkapkan, pihaknya setuju penambahan modal negara (PMN) untuk PLN dalam rangka percepatan elektrifikasi ke berbagai pelosok. Agar tidak ada kesenjangan masalah elektrifikasi NKRI ini.

"Saya paham bahwa saat ini Indonesia mengalami over supply listrik sehingga butuh elektrifikasi. Namun programnya jangan kompor induksi," kata Nusron Wahid, dalam Raker dengan Menteri BUMN, Senin (30/8/2021).

Menurut Nusron, program kompor induksi akan berdampak terhadap nasib agen dan pangkalan LPG yang ada di bawah Pertamina. Padahal, mereka semua adalah pelaku UMKM.

"Belum lagi investasi Pertamina dalam bentuk kapal dan terminal gas di perbagai tempat, menjadi tidak ada kepastian," ujarnya.

"Kita harus berpihak. Pada satu sisi pasokan listrik berlebih. Solusinya percepat elektrifikasi lewat berbagai cara. Lewat mobil listrik oke. Ke rumah tangga dan perkantoran juga oke. Tapi kalau untuk kompor induksi nanti dulu. Harus dipikir ulang. Sebab menyangkut investasi Pertamina dan nasib UMKM yang jumlahnya jutaan," jelas politikus Partai Golkar ini.

Nusron menegaskan, setiap perubahan kebijakan juga harus memikirkan keberlanjutan mereka. Karena itu, Nusron meminta Erick untuk bijak dalam membuat kebijakan solusinya.

Selain itu, lanjut mantan Ketua Umum GP Ansor ini, kompor induksi cenderung boros dan energi mahal. Terutama bagi kalangan menengah bawah.

"Saya khawatir nanti banyak rakyat yang kaget tiba-tiba konsumsi listriknya meningkat. Dihitung-hitung lebih mahal dari gas. Ini kan kasihan juga," pungkasnya.

(hal/eds)