Aduh! Tarif Listrik dari 'Harta Karun Energi' Paling Mahal, Ini Sebabnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 13:08 WIB
Jakarta Energy Forum 2020 resmi dibuka oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif. Acara ini bertema  The Future of Energy.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan Indonesia punya potensi panas bumi 23.000 MW. Namun, dia bilang, yang dimanfaatkan dari harta karun energi ini baru 2.100 MW.

Arifin pun mengaku, tarif listrik panas bumi selama ini tidak kompetitif karena risiko yang dikeluarkan untuk ekplorasi sangat mahal. Dia mengatakan, tarif listrik yang berasal dari panas bumi paling tinggi dibanding sumber energi lain.

"Selama ini tarif panas bumi tidak kompetitif, karena seluruh biaya-biaya sangat besar, risiko yang dikeluarkan untuk eksplorasi sangat mahal. Dan tarif listrik, biaya listrik yang dihasilkan dari panas bumi paling tinggi di antara seluruh sumber-sumber energi," katanya dalam acara pengeboran perdana sumur eksplorasi pemerintah, Jumat (3/9/2021).

Pengeboran yang dilakukan pemerintah bertujuan menghasilkan data-data yang jelas, sehingga investor dengan mudah melakukan kajian ekonominya.

"Tujuannya adalah dengan data-data yang lebih clear, yang lebih jelas, ini akan memberikan kemudahan dari investor untuk bisa melakukan kajian-kajian keekonomiannya dan akan memberikan manfaat bahwa tarifnya akan lebih ekonomis," sambungnya.

Dia juga bilang, dengan demikian, investor yang menanamkan modalnya di Indonesia menjadi lebih nyaman.

"Nah inilah sekarang salah satu upaya kita bagaimana kita bisa menyiapkan satu data yang baik, bisa menyiapkan perizinan-perizinan, kemudian juga seluruh persiapan pekerjaan sehingga memang investor itu bisa lebih nyaman masuk dan bisa lebih cepat menyelesaikan pekerjannya," ujarnya.

(acd/ara)