Program Pertamina International Shipping Capai EBITDA US$ 300 Juta

Eqqi Syahputra - detikFinance
Sabtu, 11 Sep 2021 14:21 WIB
Pertamina International Shipping
Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) terus mendukung proses transformasi PT Pertamina International Shipping (PIS) dari yang sebelumnya Subholding Shipping menjadi Subholding Integrated Marine Logistics. Transformasi ini dilakukan agar PIS dapat bergerak cepat dalam mengembangkan portofolio bisnisnya di level global.

Direktur Utama PIS, Erry Widiastono, menyampaikan adanya transformasi ini memberikan benefit baik dari segi bisnis maupun non-bisnis. Sebagai contoh, nantinya PIS akan dapat secara mandiri melaksanakan strategi dan optimalisasi bisnis melalui kerja sama dengan mitra dari domestik maupun internasional dalam rangka meningkatkan keandalan dan operasional di bidang angkutan laut, marine services, dan logistics.

Selain itu, perusahaan juga dapat melakukan Financial Funding secara mandiri dari lembaga perbankan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan mendorong PIS untuk memiliki manpower yang profesional dan berkualitas. Lalu juga pengelolaan perusahaan yang transparan sesuai dengan GCG serta operasional perusahaan yang andal dan efisien sehingga memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik di mata customer maupun investor.

"Transformasi ini merupakan langkah strategis yang diamanatkan oleh Pertamina selaku Pemegang Saham untuk mendukung pencapaian target yang direncanakan," ujar Erry dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/9/2021).

Diungkapkannya, Pertamina International Shipping memiliki beberapa program dengan target yang telah ditetapkan meliputi pencapaian target EBITDA di atas US$ 300 juta, dengan laba bersih sekitar US$ 110 juta. Lalu juga target menghasilkan revenue di atas US$ 2 miliar untuk mendukung Pertamina secara group mewujudkan aspirasi berada di posisi top 100 perusahaan dunia Global Fortune 500 dengan valuasi US$ 100 miliar pada tahun 2024.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, PIS perlu melakukan ekspansi bisnis melalui pengangkutan laut antar pelabuhan di Indonesia, serta peningkatan pengangkutan kargo ekspor dan impor, baik untuk pasar Pertamina group maupun non pertamina (3rd party business).

Selanjutnya, PIS juga akan membuat peningkatan pelayanan untuk alat-alat yang berhubungan dengan pelayaran dan melayani logistik offshore yang terintegrasi dengan pengelola jasa pelabuhan, keagenan, oil spill response dan lain-lain. Selain itu, PIS juga memiliki target optimalisasi layanan jasa logistics dengan pengalihan 6 terminal yang dikelola langsung oleh Subholding IML (Fuel Terminal Bau-Bau, Kotabaru, Sambu, Tanjung Uban dan Terminal LPG Tanjung Sekong serta Tuban).

(ncm/ega)