Energi Alternatif: Pengertian, Contoh, serta Keuntungan dan Kerugiannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 14:41 WIB
Kementerian ESDM mencatat bauran energi baru dan terbarukan (EBT) telah mencapai 15 persen. EBT ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025 mendatang.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto

4. Hydropower

Energi alternatif ini dibuat dengan cara membendung air sungai lalu mengarahkan pipa air menuju turbin. Energi yang dihasilkan berdasarkan proses jatuhnya air ke turbin dan banyaknya jumlah air yang mengalir.

Oleh karena itu, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sangat membutuhkan sumber air yang sangat besar dan pembangunan tempat yang besar untuk menampung air layaknya danau atau waduk alami.

5. Biomassa

Meskipun terdengar asing dengan namanya, tapi pasti kamu pernah tahu jika sisa pembuangan kotoran manusia atau hewan dapat dijadikan energi alternatif nih. Energi ini diubah dengan cara dibakar terlebih dahulu atau dicampur dengan bahan lain yang ditampung ke dalam tangki hingga nanti disalurkan melalui pipa instalasi atau yang disebut dengan biogas. Gas tersebut yang menjadi energi alternatif dari pemakaian gas tabung untuk memasak.

6. Tidal

Energi ini berasal dari pasang surut pada air laut. Meskipun terdengar asing tapi penerapan energi ini lebih mudah diprediksi loh. Hanya saja kelemahan energi ini terdapat pada alat konversi yang mampu bertahan di air laut supaya terhindar dari korosi dan arus laut. Prinsip kerja energi ini terletak pada besarnya volume air yang terjadi saat pasang air laut.

7. Etanol

Etanol alias etil alkohol merupakan sumber energi alternatif yang berasal dari alkohol dari suatu proses fermentasi pada tumbuhan tertentu, misalnya tumbuhan jagung dan gandum.

Salah satu negara yang mengembangkan energi alternatif ini dengan sangat baik ialah negara Brazil. Faktanya, negara Brazil sudah tidak bergantung dengan bahan bakar minyak (BBM).

8. Nuklir atau Uranium

Buat kamu yang pernah menonton film tentang energi nuklir, rupanya bukan fiktif belaka nih karena nuklir memang memiliki energi yang cocok untuk menghasilkan energi listrik yang sangat besar. Hal ini dibuktikan dengan hasil ukuran 1 gr zat radioaktif yang dapat menghasilkan energi listrik sebanyak 50 ribu kwh per jam.

Dan, manfaat energi alternatif ini ialah energi nuklir tidak menghasilkan efek rumah kaca sehingga dapat mencegah pemanasan global loh. Salah satu negara yang sudah mencoba energi ialah negara Jepang bahkan beberapa wilayah di sana sudah menggunakan energi nuklir sebagai energi alternatifnya.

9. Hidrogen

Energi yang diklaim lebih baik dibandingkan BBM ini rupanya tidak menghasilkan polusi berbahaya bagi lingkungan loh. Proses pembuatan energi ini hanya menggunakan air yang dibakar oleh listrik dan panas layaknya bensin. Lalu, hidrogen yang dihasilkan melalui proses penyimpanan yang dicampur dengan oksigen dari atmosfer hingga terjadilah reaksi kimia.

Adanya reaksi tersebut membentuk energi yang dikonversi menjadi listrik hampir 100% dan sisanya ialah panas. Sayangnya, penggunaan energi hidrogen ini masih membutuhkan banyak energi dan proses yang cukup lama.

10. Piezoelektrik

Piezoelektrik ini merupakan energi yang dihasilkan dari suatu sistem yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Prinsip kerja energi ini adalah banyaknya tekanan dari orang-orang yang berada di suatu tempat lalu dikonversi menjadi energi listrik.

Pembangkit listrik dari tenaga manusia ini, misalnya di negara Jepang yang memanfaatkan lalu lalang para penumpang di stasiun Tokyo yang meletakkan perangkat lempengan Piezoelektrik di lantai gerbang tiket atau arena lain di stasiun. Menarik bukan?

Setiap energi yang dihasilkan berdasarkan perubahan temperatur, gerakan, massa suatu kendaraan dan getaran yang dihasilkan. Sayangnya material Piezoelektrik masih tergolong mahal untuk dipasang di rumah sebagai energi alternatif.

Demikian sejumlah energi alternatif yang dapat digunakan masyarakat. Selain dapat mengurangi penggunaan energi konvensional dan dampak kerusakan lingkungan, energi alternatif mempunyai berbagai manfaat lain yang dapat berguna untuk kehidupan manusia.

Namun, tentu energi alternatif pasti memiliki kekurangan, di samping manfaat dan potensinya yang sangat besar. Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan dari energi alternatif, di antaranya yaitu:

Kelebihan Energi Alternatif
- Terbarukan, yang mana sumber energinya tidak akan terjadi kelangkaan
- Bersifat ramah lingkungan
- Pasokannya berlimpah
- Mampu menggantikan sumber energi fosil, sebagai sumber energi utama yang dapat merusak lingkungan.

Kekurangan Energi Alternatif
- Kurang efisien
- Biaya awal instalasi yang cukup tinggi
- Energi alternatif kurang bisa diandalkan dan sangat bergantung pada kondisi tertentu.


(eds/eds)