Pertamina Perluas Digitalisasi Wilayah Kerja Migas di Sumatera

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Jumat, 01 Okt 2021 15:13 WIB
Pertamina
Foto: Dok. Pertamina
Jakarta -

Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) Dedi Sunardi bersama Tim Teknologi Informasi (TI) Kantor Pusat Pertamina meninjau Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) di Minas, Riau. IODSC merupakan pusat kegiatan digitalisasi Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Kehadiran mereka disambut oleh Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Jaffee A Suardin, EVP Business Support Danang Ruslan Saleh, dan Principal Expert Upstream WK Rokan Budianto Renyut. Adapun kunjungan yang berlangsung 2 hari pada Rabu (29/9) dan Kamis (30/9) tersebut membahas rencana perluasan digitalisasi di berbagai wilayah kerja hulu migas Pertamina menggunakan praktik-praktik terbaik (best practices), dengan WK Rokan sebagai acuan.

"Dari berbagai KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang saya kunjungi sejauh ini, belum ada fasilitas seperti IODSC yang menerapkan digitalisasi begitu dalam. Praktik-praktik terbaik di IODSC bisa dikembangkan ke wilayah operasi Pertamina lainnya di luar WK Rokan," ujar Jaffee dalam keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021).

Sementara itu, Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina (Persero) Dedi Sunardi mengatakan Pertamina terus mendorong pengembangan teknologi digital untuk mengoptimalkan proses bisnis, memperkuat inovasi bisnis dan membangun kolaborasi guna mewujudkan operasi yang efisien. Ia berharap fasilitas yang ada di IODSC bisa menjadi contoh bagi wilayah kerja hulu migas Pertamina lainnya.

"Sebagai tahap awal, kita mulai dengan WK lainnya di Regional 1 Sumatera. Saya harapkan hal tersebut diwujudkan dalam waktu dekat, setidaknya awal tahun depan," katanya.

Diketahui, fasilitas IODSC merupakan sumber informasi berkaitan dengan aktivitas sumur dan peralatan di lapangan. Setiap hari tercatat ada sekitar 4.000 hingga 5.000 data yang masuk untuk kemudian diolah sebagai informasi dalam pengambilan keputusan. IODSC memanfaatkan transformasi digital dengan menyimpan pengetahuan dari para ahli dari berbagai bidang dan mengimplementasikannya untuk kinerja sumur dan peralatan. Keberadaan fasilitas IODSC juga dapat dikolaborasikan dengan Pertamina Integrated Command Center (PICC).

Kehadiran fasilitas seperti IODSC dinilai dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan operasional secara tepat dan cepat. Adapun 4 manfaat yang diberikan antara lain peningkatan kinerja keselamatan, penurunan signifikan dari potensi kehilangan produksi / LPO hingga 40%, optimalisasi kemampuan fasilitas produksi, dan peningkatan efisiensi.

WK Rokan juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk pengaturan jadwal perawatan ulang (workover) sumur secara otomatis sehingga dapat merencanakan pergerakan rig dengan lebih optimal dan efisien. Selain itu juga untuk identifikasi kinerja pompa yang sudah tidak optimal, analisa dan pengukuran aliran minyak agar produksi optimal, serta pemantauan jarak jauh dan saling terintegrasi untuk kondisi tekanan fluida di dalam sumur minyak.

Data yang terekam juga dapat digunakan untuk menyusun prioritas pekerjaan kritikal dan perawatan sumur serta peralatan. Sehingga, mobilisasi logistik pendukung operasi migas dapat berjalan lebih sistematis dan efisien. Pergerakan kendaraan operasional Perusahaan juga dapat dipantau dari fasilitas IODSC.

Diketahui sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga berkunjungan ke IODSC WK Rokan pada Rabu (15/9) lalu. Ahok menyebut digitalisasi di WK Rokan bisa dijadikan acuan untuk memperluas penerapannya di seluruh operasi hulu Pertamina, bahkan hingga ke sektor hilir.

Dia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dapat mendukung terciptanya operasi Pertamina yang lebih selamat, andal, dan efisien sehingga memberikan devisa yang optimal bagi negara.

(akn/hns)