Inggris Krisis BBM, 200 Tentara Dikerahkan

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 04 Okt 2021 20:45 WIB
Petrol pumps out of use at a petrol station in London, Wednesday, Sept. 29, 2021. Prime Minister Boris Johnson sought to reassure the British public Tuesday that a fuel-supply crisis snarling the country was “stabilizing,” though his government said it would be a while before the situation returns to normal. Johnsons government has put army troops on standby to help distribute gasoline and help ease a fuel drought, triggered by a shortage of truck drivers, that has drained hundreds of pumps and sent frustrated drivers on long searches for gas. (AP Photo/Frank Augstein)
Inggris Krisis BBM, 200 Tentara Dikerahkan
Jakarta -

Pemerintah Inggris mulai mengerahkan para tentara untuk melakukan pengiriman bahan bakar minyak (BBM). Mereka dikerahkan menyusul aksi panic buying bensin yang terjadi di beberapa wilayah di Inggris.

Melansir CNBC, Senin (4/10/2021), sebanyak 200 personel militer Inggris akan dikerahkan sebagai bagian dari Operasi Escalin. Operasi itu merupakan strategi yang dirancang oleh pemerintah Inggris untuk membantu meringankan kendala pasokan bahan bakar yang disebabkan oleh kekurangan pengemudi truk.

Foto-foto pada Senin pagi waktu setempat menunjukkan para tentara dengan seragam tempur berada di kilang BP di Hemel Hempstead, Inggris.

Pengemudi tanker TNI sudah standby sejak pekan lalu. Armada Tanker Cadangan pemerintah yang dikemudikan oleh warga sipil dikerahkan pada hari Selasa untuk mengirimkan bensin.

Namun kepanikan pembelian bensin di Inggris dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan antrean panjang di beberapa SPBU. Beberapa di antaranya bahkan sudah tidak memiliki bensin.

Meski begitu situasi mulai membaik di sebagian besar wilayah Inggris. Namun kelangkaan masih terjadi kelangkaan di London dan wilayah tenggara Inggris.

Kelangkaan bensin ini terjadi karena Inggris kekurangan sekitar 100 ribu pengemudi truk. Bukan hanya bensin, kondisi itu juga mempengaruhi pasokan makanan dan barang lainnya di seluruh negeri. Penyebabnya beragam, mulai dari brexit, perubahan kebijakan dan pandemi COVID-19.

Untuk mengatasi hal itu, selain menggunakan tentara, pemerintah Inggris telah mengambil beberapa langkah seperti menangguhkan undang-undang persaingan untuk industri bahan bakar dan memberikan ribuan visa sementara kepada pengemudi truk.

(das/fdl)