Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2014, Produksi Tetap Digeber

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 10:10 WIB
Harga Minyak Anjlok
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Harga minyak mentah pada Selasa (5/10) naik ke level tertinggi dalam hampir tujuh tahun terakhir setelah OPEC dan sekutunya turun tangan meningkatkan produksi secara signifikan.

Harga minyak mentah AS telah melonjak 1,4% ke US$ 78,93 per barel, dan sebagian besar diperdagangkan di atas US$ 79 per barel. Harga minyak mentah ini berada di level tertinggi sejak 10 November 2014.

Tentu hal ini perlu menjadi perhatian sebab lonjakan 63% harga minyak sepanjang tahun ini telah memperkuat tekanan inflasi yang membebani ekonomi dunia.

Menanggapi permasalahan ini, OPEC+ mengumumkan kalau pihaknya akan tetap berpegang pada rencana untuk meningkatkan produksi meskipun harga energi tinggi. Sebelumnya kelompok negara penghasil minyak mentah yang dipimpin oleh Arab Saudi ini elah menegaskan akan meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari untuk bulan November.

"Keputusan OPEC mendorong para pedagang ke dalam hiruk-pikuk pembelian karena menjamin gambaran pasokan yang ketat pada November dan Desember," tulis analis pasar minyak senior Rystad Energy Louise Dickson dikutip dari CNN, Rabu (6/10/2021).

Di sisi lain selama beberapa bulan terakhir, pejabat Gedung Putih AS juga telah menyerukan OPEC+ untuk mempercepat kembalinya produksi yang tertunda selama awal pandemi. Pemerintahan Biden telah menyuarakan keprihatinan bahwa harga energi yang tinggi dapat memperlambat pemulihan ekonomi.

"Kami akan terus menggunakan setiap alat yang kami miliki, bahkan karena kami bukan anggota OPEC, untuk memastikan kami dapat menjaga harga gas tetap rendah untuk publik Amerika," kata sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki Senin setelah pertemuan OPEC+.

Tonton juga Video: Wajah Kapal Raksasa Kandas di Terusan Suez, Bikin Harga Minyak Naik!

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)