Perusahaan Batu Bara Ambil Langkah Ini di Tengah Pandemi, Apa Itu?

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 06 Okt 2021 16:23 WIB
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat batu bara menggunakan alat berat di pelabuhan krakatau bandar samudera, Cigading, Cilegon (8/3/2013). Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Thamrin Shite mengatakan untuk mengendalikan produksi batu bara, pemerintah menetapkan kuota produksi secara nasional. File/detikFoto.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

PT Bara Alam Utama (Baracoal) turut ambil bagian dalam penanganan pandemi Covid-19. Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan ini menggelontorkan bantuan untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp 5 miliar.

Direktur Keuangan Baracoal, Soelaeman Widjaja, mengungkapkan dalam Baracoal menggandeng Tzu Chi sebagai institusi yang menerima sumbangan dan kemudian menyalurkan bantuan tersebut.

"Sumbangan yang diberikan oleh Baracoal ini merupakan amanat langsung dari Bapak Hasim Sutiono, pemilik PT Bara Alam Utama yang disampaikan kepada Direksi perusahaan," kata Soelaeman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Pengusaha-pengusaha di bawah naungan KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) telah mengambil prakarsa untuk mendukung upaya Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 melalui program Pengusaha Peduli NKRI, bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia (Tzu Chi).

"Kerjasama Tzu Chi dengan Baracoal di bawah koordinasi KADIN melalui program Pengusaha Peduli NKRI yang digagas sejak Maret 2020 dan didukung oleh berbagai institusi, termasuk Sekretariat Presiden, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, TNI dan POLRI serta Instansi lainnya," ungkap Soelaeman.

Menurut dia kolaborasi tersebut telah berhasil menghimpun dana sumbangan dari pengusaha-pengusaha Indonesia. Dana tersebut telah direalisasikan (dan masih berlanjut) dalam bentuk penyaluran Beras PPKM bagi keluarga yang membutuhkan. Kemudian penyaluran ribuan unit oksigen konsentrator ke Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik Institusi terkait.

"Selain itu ada penyaluran peralatan kesehatan, seperti ventilator, masker, alat uji cepat (rapid test), alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan, dan peralatan medis lainnya," ungkap Soelaeman.

(fdl/fdl)