RI Cetak Sejarah Terbangkan Pesawat Berbahan Bakar Campuran Minyak Sawit

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 07 Okt 2021 05:48 WIB
Pesawat CN235-220 besutan PT Dirgantara Indonesia (Persero)
Ilustrasi pesawat CN235/Foto: Dok. PT Dirgantara Indonesia
Jakarta -

Pemerintah tengah menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan. Upaya ini menunjukkan perkembangan yang ditandai dengan suksesnya uji terbang pemanfaatan campuran bahan bakar bioavtur 2,4% atau J2.4.

Uji terbang yang dilakukan pada 8-10 September 2021. Bagi pemerintah, keberhasilan uji terbang menggunakan bahan bakar tersebut ialah sejarah baru.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, salah satu upaya mendorong percepatan implementasi energi baru terbarukan ialah dengan melakukan subtitusi energi primer pada teknologi ada. Pada transportasi darat, kata dia, sudah cukup berhasil dengan program mandatori B30.

Arifin mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015 yang mengatur kewajiban pencampuran bahan bakar nabati dalam bahan bakar avtur dengan persentase 3% pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 5% pada tahun 2025.

"Namun, implementasi pencampuran bioavtur belum berjalan karena berbagai kendala antaranya terkait ketersediaan produk bioavtur, proses teknologi dan juga keekonomiannya," katanya dalam Seremoni Keberhasilan Uji Terbang Pesawat CN235 Campuran Bahan Bakar Bioavtur 2,4%, Rabu (6/10/2021).

Sejumlah upaya pun terus dilakukan untuk mengembangkan J2.4 ini dari penelitian, pengembangan, produksi hingga serangkaian uji teknis. Menurut Arifin, hal ini merupakan sejarah baru bagi Indonesia.

"Jadi kilang Pertamina sudah berhasil memproduksi bioavtur dengan persentase 2,4% dan produknya dikenal J2.4. Selanjutnya tadi telah disampaikan serangkaian uji coba teknis dilakukan pada tanggal 8-10 September 2021, dan hari ini kita telah melihat sejarah baru yaitu penerbangan perdana yang menggunakan bahan bakar nabati yang memang kita tunggu selama ini," paparnya.

"Dan hari ini, tadi pagi telah dicoba jarak Bandung dan Jakarta penggunaan bahan bakar nabati ini dengan menggunakan CN235 FTB," tambahnya.