Singapura Bisa Gelap Gulita Gara-gara RI, Serius?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 15:32 WIB
Patung Merlion di Deli Serdang, Medan.
Foto: (citralandgamacityofficial/Instagram)
Jakarta -

Krisis energi tengah menghantui Singapura. Singapura pun terancam gelap gulita. Indonesia bisa jadi faktor penyebanya.

Alasannya satu: pasokan gas alam ke Singapura dari Indonesia belum sepenuhnya pulih sejak mengalami gangguan pada Juli.

Dikutip dari Reuters, Selasa (19/10/2021), pekan lalu Energy Market Authority menyatakan, gangguan pasokan gas di Indonesia telah berkontribusi pada lonjakan harga listrik.

"Lonjakan baru-baru ini dapat dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk permintaan listrik yang lebih tinggi dari biasanya, pemadaman beberapa unit pembangkit, pembatasan gas dari Natuna Barat, serta tekanan pendaratan yang rendah dari gas yang dipasok dari Sumatera Selatan," kata EMA, melansir Reuters, akhir pekan lalu.

Sementara itu, SKK Migas menyatakan, distribusi gas mulai membaik meski belum pulih seutuhnya.

"Distribusi gas pada September sudah mulai membaik dibandingkan Juli yang mengalami gangguan produksi, namun belum kembali normal seperti awal tahun ini," kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno.

"Hal ini disebabkan penurunan laju produksi gas di salah satu lapangan," tambahnya.

Gangguan yang terjadi di Juli disebabkan oleh berhentinya Lapangan Anoa dan pemeliharaan di Lapangan Gajah Baru. Keduanya terletak di Natuna.

Juru Bicara SKK Migas Migas Rinto Pudyantoro mengatakan, produksi di Natuna turun 27,5% dari puncak sebelumnya menjadi 370 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Saksikan juga d'Mentor: Berani Scalping Saham Demi Profit

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)