Sebut Stok Aman, Pengusaha SPBU Minta Masyarakat Tak Khawatir Kehabisan Solar

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 16:35 WIB
Selama Maret 2015, pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dua kali yaitu 1 Maret dan 28 Maret 2015. Masing-masing kenaikan Rp 200/liter (premium) dan Rp 500/liter (solar dan premium). Petugas tengah mengisikan bahan bakar premium ke sejumlah kendaraan bermotor, di SPBU kawasan Patal Senayan, Jakarta, Senin (30/03/2015). Pada 28 Maret, pemerintah menaikkan harga BBm jenis premium jadi Rp 7.300/liter di luar Jawa-Madura-Bali, dan Rp 7.400/liter di Jawa-Madura-Bali. Sedangkan solar naik dari Rp 6.400/liter menjadi Rp 6.900/liter.
Foto: rengga sancaya
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memastikan stok BBM masyarakat dalam kondisi cukup, baik gasoline maupun gasoil. Pihaknya meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Rachmad Muhamadiyah mengatakan kegiatan perekonomian masyarakat sudah mulai pulih sejalan dengan turunnya level PPKM baik di regional maupun nasional.

"Hal ini tentunya mengakibatkan naiknya kebutuhan BBM," jelasnya, Jumat (22/10/2021).

Kenaikan penjualan BBM di SPBU di bulan Oktober ini mengalami kenaikan yang lumayan signifikan dibandingkan awal tahun (penjualan Solar naik sekitar 17%) sehingga di beberapa SPBU sempat mengalami antrian bahkan ada yang sampai kehabisan stok BBM (khususnya Solar).

"Akan tetapi masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM (khususnya Solar) di Depot / Terminal BBM Pertamina mencukupi untuk kebutuhan masyarakat dan saat ini SPBU menerima BBM sesuai permintaan / penebusan SPBU sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan BBM," tuturnya.



Simak Video "Mobilitas Warga Tinggi, Solar di Parepare Langka"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)