Terpopuler Sepekan

Pertalite Mestinya Dijual Rp 11.000 Bukan Rp 7.650, Begini Respons Ahok

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 30 Okt 2021 11:15 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite seharusnya Rp 11.000. Menurut Kementerian ESDM harga keekonomian Pertalite sudah mencapai level tersebut.

Namun saat ini Pertamina masih menjual Pertalite dengan harga Rp 7.650. Tak cuma Pertalite, untuk jenis Premium harga seharusnya Rp 9.000 tapi kini masih dijual Rp 6.450 per liter.

Menanggapi hal tersebut Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan jika hal ini terkait tugas pertamina.

"Bisa tanya ke dirut," ujar Ahok kepada detikcom pada (26/10). Lebih lanjut Ahok menanggapi pertanyaan apakah kondisi ini menjadi perhatian komisaris, ini terkait dengan situasi pemulihan ekonomi.

"Ini masalah tugas Pertamina dalam situasi pemulihan ekonomi," katanya.

Adanya selisih harga keekonomian dan harga jual Pertalite maupun Premium mulanya diungkap Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih. Dia mengatakan, harga Pertalite sebenarnya atau harga keekonomiannya telah mencapai Rp 11.000 per liter. Namun, Pertamina tetap menjual dengan harga Rp 7.650 per liter.

"Pertalite ini kan sebenarnya jenis bahan bakar umum secara normal harga Pertalte ini sudah berada di atas Rp 11.000 harga keekonomian. Kemudian Pertamina masih tetap harus menjual di harga Rp 7.650" katanya dalam konferensi pers, Senin (25/10).

Dia mengatakan, supaya tidak terjadi keresahan di masyarakat karena kenaikan harga yang tinggi, Pertamina sebagai BUMN diharapkan tetap mendukung kelancaran penyediaan dan pendistribusian BBM yang terjangkau.

Sementara, Premium sendiri harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 9.000 per liter. Sementara, Premium sendiri masih dijual di harga Rp 6.450 per liter.

"Terkait dengan, berat subsidi BBM, Elpiji ya sudah pasti. Tapi kita memang untuk BBM terkait Premium ini, ada kompensasi. Pastinya selisih harga jual Premium yang Rp 6.450 dengan harga keekonomian sekitar Rp 9.000 ya bisa kita hitung berapa kompensasi yang harus dibayarkan," terangnya.

Saksikan juga: Pria Bantul Pembuat Robot Berbahan Motor Rongsok

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)