Simak Ya Bu... LPG Nanti Nggak Dipakai buat Masak Lagi, Diganti Ini

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 05:30 WIB
PT Pertamina (Persero) menyiapkan tambahan alokasi elpiji 3 Kg pada minggu pertama Ramadan 1440 H.
Simak Ya Bu... LPG Nanti Nggak Dipakai buat Masak Lagi, Diganti Ini
Jakarta -

Pemerintah berencana akan mengganti penggunaan LPG (Liquified Petroleum Gas) dengan gasifikasi batu bara atau DME (Dimethyl Ether) dalam kebutuhan rumah tangga seperti memasak. Hal itu disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Proyek investasi yang berkaitan dengan energi terbarukan tersebut akan masuk pada Januari 2022, yakni kerja sama antara Air Products and Chemicals dengan Pertamina serta perusahaan lainnya.

"Sudah akan jalan 2022 Januari itu dengan Pertamina dengan PTBA (PT Bukit Asam) dan Air Products dengan pengusaha nasional membangun DME (pengganti LPG)," kata Bahlil dalam keterangan pers virtual, Kamis (11/11) kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari total investasi US$ 44,6 miliar atau Rp 636 triliun (asumsi kurs dolar Rp 14.278) yang didapat dari UEA, US$ 13-15 miliar di antaranya atau sekitar Rp 185-214 triliun digunakan untuk hilirisasi terhadap batubara low kalori.

"Air Products melakukan investasi dengan beberapa perusahaan BUMN kita dan swasta nasional untuk melakukan hilirisasi dalam rangka bagaimana mendapatkan pengganti LPG dari batu bara, yaitu DME," ujarnya.

Dia mengatakan, tujuan itu sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang transformasi ekonomi. Selain itu, perubahan penggunaan LPG ke DME juga dilakukan untuk mengurangi impor.

"Ini yang akan kita lakukan karena kita tahu impor kita sampai dengan sekarang itu 5,5-6 juta, ini cadangan devisa kita keluar kalau kita begini terus. Itu tidak kurang dari Rp 55-70 triliun. Maka kita akan perlahan-perlahan mengurangi impor LPG kita dan kita gantikan dengan DME," jelasnya.

Terakhir dia mengatakan, kelebihan DME ini memiliki harga yang lebih murah, sehingga tidak hanya mendapatkan subsidi impor tetapi juga kedaulatan energi bisa perlahan-lahan didorong. "Kemudian neraca perdagangan juga bisa kita jaga dan sudah barang tentu ini akan menciptakan lapangan pekerjaan dan nilai tambah," pungkasnya.

Lihat juga video 'Gas Oplosan Dijual Murah tapi Membahayakan Masyarakat':

[Gambas:Video 20detik]



Lanjut ke halaman berikutnya.