Bu Ada Info... Nanti Masak Nggak Pakai LPG Lagi, Ini Gantinya

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 13 Nov 2021 07:30 WIB
Operasi pasar elpiji 3 kilogram digelar di Maros, Sulawesi Selatan. Warga pun rela berdesakan demi mendapatkan elpiji yang sejak satu bulan, langka di pasaran.
Foto: Akrom Hazami/detikcom

Dikutip dari siaran pers PT Bukit Asam sebagai salah satu perusahaan yang menggarap pembuatan DME, mengungkap dimethyl ether (DME) terbentuk dari gasifikasi batu bara.

Kemudian, mengutip dari laman Kementerian ESDM, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) ESDM Dadan Kusdiana mengungkap DME bisa diproduksi dari berbagai sumber energi, termasuk bahan yang dapat diperbarui.

Antara lain biomassa, limbah dan Coal Bed Methane (CBM). Namun saat ini, batu bara kalori rendah dinilai sebagai bahan baku yang paling ideal untuk pengembangan DME.

Karakteristik DME disebut memiliki kesamaan baik sifat kimia maupun fisika dengan LPG. Jadi, DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang ada sekarang, seperti tabung, storage dan handling eksisting. Campuran DME sebesar 20% dan LPG 80% dapat digunakan kompor gas eksisting.

Pemilihan DME untuk substitusi sumber energi juga mempertimbangkan dampak lingkungan. DME dinilai mudah terurai di udara sehingga tidak merusak ozon dan meminimalisir gas rumah kaca hingga 20%.

Kualitas nyala api yang dihasilkan DME lebih biru dan stabil, tidak menghasilkan partikulat matter (pm) dan NOx, serta tidak mengandung sulfur.

DME merupakan senyawa eter paling sederhana mengandung oksigen dengan rumus kimia CH3OCH3 yang berwujud gas sehingga proses pembakarannya berlangsung lebih cepat dibandingkan LPG.

Apa kata pengusaha terhadap rencana pemerintah tersebut? Klik halaman berikutnya