Kapan Batu Bara RI Habis? Ini Penjelasan Kementerian ESDM

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 15:01 WIB
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat batu bara menggunakan alat berat di pelabuhan krakatau bandar samudera, Cigading, Cilegon (8/3/2013). Direktur Jendral Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Thamrin Shite mengatakan untuk mengendalikan produksi batu bara, pemerintah menetapkan kuota produksi secara nasional. File/detikFoto.
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Kementerian ESDM mengungkap sumber daya batu bara Indonesia sekitar 144 miliar ton. Kemudian, cadangan batu bara saat ini sekitar 39 miliar ton.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM, Sujatmiko mengatakan cadangan itu adalah batu bara yang siap untuk ditambang. Dengan asumsi produksi batu bara 600 juta ton per tahun, maka usia produktif cadangan batu bara Indonesia sekitar 65 tahun.

"Kalau asumsinya kita setahun memproduksi 600 juta ton setahun maka paling tidak usia produktif cadangan batu bara kita sama dengan usia produktif Pak Arthur Simatupang 65 tahun," katanya dalam acara Indonesia Energy & Coal Business Summit, Kamis (18/11/2021).

Dia mengatakan, 65 tahun merupakan periode di mana batu bara bisa memberikan dukungan terhadap perekonomian nasional.

"65 tahun adalah suatu periode yang bisa memberikan dukungan atau manfaat bagi perekonomian nasional, dari Aceh dimana kita ada batu bara, sampai Papua juga ada batu bara," katanya.

Dengan kondisi tersebut, maka perlu disinkronkan dengan kebijakan Presiden dan Kementerian ESDM. Adapun arah pemanfaatan batu bara dengan optimalisasi PLTU eksisting dengan penerapan clean coal technology dan carbon capture, utilization & storage. Serta, hilirisasi batu bara menjadi DME, methanol, dan syngas.

"Dengan harapan batu bara kita bisa menjadi penggerak perekonomian nasional, penambang yang berusaha di batu bara mendapatkan pasar yang menarik, industri pengguna batu bara mendapatkan bahan baku yang affordable, pengunaannya bisa respect kepada lingkungan kita," katanya.

(acd/ara)