Kebutuhan Gas Semakin Membesar, PGN Perkuat Infrastruktur dan Pasokan

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 13:07 WIB
Konsumsi Gas Industri
Foto: Konsumsi Gas Industri (Istimewa/PGN)
Jakarta -

Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi bersih menuju zero emisi di 2060 memberikan peluang bagi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk meningkatkan penjualan gas bumi.

Sebagai aggregator gas nasional, PGN memiliki kemampuan untuk mendukung proses transisi energi melalui ketersediaan pasokan gas dan infrastruktur yang matang.

Direktur Utama PGN Muhamad Haryo Yunianto mengatakan,dalam jangka pendek, PGN akan terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan sumber pasokan gas bumi.

Langkah ini sangat strategis mengingat potensi kebutuhan gas bumi di masa depan akan semakin besar. Salah satunya terkait dengan kebijakan bauran energi baru terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada tahun 2025 mendatang.

"Sebagai proses dari rencana penguatan bisnis tersebut, PGN telah mengintegrasikan infrastruktur di Sumatra bagian Utara dan Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas penyaluran gas ke seluruh segmen pasar. Pembangunan infrastruktur yang semakin terintegrasi ini akan menjadi prioritas utama PGN," jelas Haryo saat paparan publik secara online di Jakarta, Rabu (17/11/2021).

Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini dikembangkan PGN diantaranya adalah konstruksi pipa Senipah-Balikpapan untuk mendukung Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dengan memanfaatkan sumber gas bumi di Kalimantan Timur.

Proyek lainnya adalah memperkuat optimalisasi pipa Gresik-Semarang dengan infrastruktur non-pipa atau disebut beyond the pipe.

Bersambung ke halaman selanjutnya.