Eropa Protes soal Larangan Ekspor Nikel RI, Wamendag Bilang Begini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 21 Nov 2021 14:28 WIB
Potret penambangan nikel di Soroako, Sulawesi Selatan
Foto: Bannu Mazandra/AFP/Getty Images
Jakarta -

Uni Eropa kembali menggugat terkait komoditas Indonesia. Kali ini, Uni Eropa menggugat larangan ekspor bijih nikel. Apa kata pemerintah?

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga pemerintah perlu membatasi dan mengatur tata niaga ekspor bijih nikel. Pasalnya, nikel adalah komoditas strategis dalam kaitannya sebagai sumber daya energi yang tak terbarukan.

"Indonesia berhak mengatur perdagangan sumber daya-sumber daya strategisnya. Apalagi itu ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat yang lebih luas dan kepentingan ekonomi yang berkelanjutan juga," ujar Jerry dikutip Minggu (21/11/2021)

Nikel adalah salah satu bahan untuk membuat baterai berbagai peralatan, termasuk mobil listrik yang tengah menjadi tren dunia. Indonesia sendiri adalah penghasil nikel utama di dunia. Tidak heran jika nikel Indonesia banyak dilirik oleh pasar negara-negara lain. Pemerintah berupaya mengoptimalkan kontribusi nikel bagi perekonomian dan kepentingan nasional. Pembatasan ekspor nikel adalah bagian dari hal tersebut.

"Jadi tujuannya agar kita bisa mengelola dengan lebih baik melalui hilirisasi industri bahan tambang mentah sesuai arahan Presiden Jokowi. Ini sebenarnya juga mencerminkan kepentingan dunia internasional yaitu bahwa agar pemanfaatan sumber daya yang terbatas dan tidak terbarukan bisa memberikan dampak positif dalam jangka panjang," katanya.

Dengan upaya melawan gugatan terhadap pembatasan ekspor nikel, Jerry berharap industri berbasis nikel juga bisa tumbuh dengan memanfaatkan momentum ini. Dengan demikian perdagangan dan industri nikel memberikan nilai tambah yang tertinggi sesuai amanat Presiden Jokowi.

Jerry melanjutkan, Kemendag mendapatkan support penuh dari Kemenko Marves, Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian ESDM, BKPM, Kejaksaan Agung dan lain-lain, juga perwakilan Indonesia di WTO dan Uni Eropa. Kerja sama yang baik ini baginya merupakan indikator dan preseden yang baik bagi kerja sama di sektor yang lain. Sebenarnya kolaborasi antar kementerian yang makin baik juga bisa dilihat dari program lain seperti dalam penanganan pandemi covid.

"Saya merasakan makin kuatnya koordinasi, sinergi dan kolaborasi lintas Kementerian dan Lembaga dari tahun ke tahun. Ini semakin menguatkan teamwork yang solid dalam melawan gugatan dari Uni Eropa," tutup Jerry.



Simak Video "Jokowi soal RI Digugat Uni Eropa Gegara Ekspor Nikel: Jangan Grogi!"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)