Anak Usaha Pertamina Bor Sumur Ke-100 di Blok Rokan

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 22:23 WIB
pengeboran minyak
Ilustrasi. Foto: Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil melakukan pengeboran sumur ke-100 yang berlokasi di Kabupaten Kampar. Pengeboran ini dicapai dengan nihil kecelakaan fatal hanya dalam kurun sekitar tiga setengah bulan setelah alih kelola WK Rokan pada (9/8) lalu.

Dirut PHR Jaffee A. Suardin mengatakan pencapaian ini merupakan komitmen seluruh pekerja di Blok Rokan untuk meningkatkan produksi. Sumur ini pun, kata dia, menambah catatan pencapaian signifikan dalam program pengeboran sumur-sumur baru di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau.

"Kami menyadari bahwa multiplier effect dari operasi WK Rokan sangat besar bagi devisa negara, pendapatan daerah, maupun perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/11/2021).

Oleh karena itu, lanjut dia, PHR WK Rokan harus menunjukkan kinerja unggul agar sekaligus mendukung pencapaian visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. Dia menambahkan pencapaian WK Rokan juga didukung semangat Satu Tim, Satu Tujuan atau One Team, One Goal dari seluruh jajaran manajemen hingga pekerja di lapangan.

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan terkait yang telah mendukung operasi PHR, di antaranya pemerintah daerah, TNI/ Polri, SKK Migas, tokoh masyarakat, dan masyarakat secara luas," kata Dirut PHR tersebut.

Diketahui, mulai pekan lalu, PHR WK Rokan telah mengoperasikan rig ke-17, yang merupakan jumlah rig yang sesuai rencana kerja PHR WK Rokan untuk mendukung program pengeboran yang masif dan agresif hingga akhir tahun ini, sekitar 161 sumur tajak.

Kegiatan pengeboran sumur baru dan kerja ulang sumur lama terus dilakukan untuk meningkatkan produksi. Saat ini PHR WK Rokan memproduksi sekitar 162 ribu BOPD (barel minyak per hari), atau naik 4 ribu BOPD dibandingkan sebelum alih kelola yang berada di kisaran 158 ribu BOPD.

Produksi PHR WK Rokan menyumbangkan hampir seperempat dari total jumlah produksi minyak nasional dan merupakan salah satu tulang punggung upaya pencapaian target produksi nasional minyak 1 juta barel per hari (bph) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (bscfd) pada 2030.


Adapun rencana kerja masif dan agresif PHR WK Rokan dijalankan melalui program pengeboran sumur-sumur produksi baru, pengelolaan kinerja base business untuk menahan laju penurunan produksi alamiah, dan keandalan fasilitas operasi.

Berbagai terobosan dilakukan agar target sumur baru dapat tercapai, di antaranya, tim pengeboran melakukan beberapa kegiatan secara paralel (offline activity), meningkatkan keandalan peralatan pengeboran, dan menyusun perencanaan yang matang dalam pemenuhan sumber daya pendukung agar menghindari terjadinya waktu menunggu servis atau material. Berbagai terobosan itu sejalan dengan semangat Pertamina untuk meningkatkan produktivitas dengan cara-cara yang efisien.

Selain dari sisi produksi, PHR WK Rokan juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan daerah. Dalam periode dua bulan pertama pasca alih kelola, PHR WK Rokan menyumbangkan penerimaan negara melalui penjualan minyak mentah bagian negara sekitar Rp 2,1 triliun dan pembayaran pajak sekitar Rp 607,5 miliar termasuk pajak-pajak ke daerah.

(prf/hns)