Harga Batu Bara Naik Bikin Kapal Angkut Kebanjiran Order

Elsa Azzahra - detikFinance
Rabu, 24 Nov 2021 14:17 WIB
(Istimewa)
Foto: (Istimewa)
Jakarta -

Harga komoditas jadi bahan perbincangan sepanjang kuartal tiga 2021. Beberapa komoditas tambang tercatat harga tertinggi sepanjang masa seperti batu bara, nikel, aluminium, dan timah. Naiknya harga komoditas disebabkan oleh permintaan yang tinggi serta mulai dibukanya ekonomi dunia setelah di landa Covid-19.

Tren harga komoditas dipengaruhi oleh demand and supply. Apabila permintaan (demand) meningkat sedangkan persediaan (supply) sedikit maka harga akan naik. Sebaliknya, ketika permintaan turun namun persediaan meningkat maka harga akan turun.

Direktur PT Batulicin Nusantara Maritim (BESS), Yuliana menyampaikan bahwa tren harga batubara kuartal ketiga menjadi hal yang menjadi perhatian bersama, dengan harga batubara yang naiknya sangat fantastis. Jasa transportasi pengangkutan batubara pasti menjadi pilar utama kelancaran untuk pemenuhan permintaan batu bara ini.

"Dengan permintaan yang luar biasa terhadap batubara, BESS sebagai jasa transportasi pengangkut batubara tentunya ikut sangat berdampak dan berpengaruh untuk bisa memaksimalkan permintaan batubara ini," kata Yuliana pada Selasa (23/11/2021).

Batubara jadi juara komoditas dengan kenaikan 58,26%. Kenaikan batu bara didukung oleh persediaan yang menipis di hiruk pikuk permintaan yang meningkat karena pembukaan aktivitas ekonomi dunia. Selain itu, harga minyak dan gas juga mempengaruhi kinerja batu bara yang tercatat dan mencetak rekor dengan harga tertinggi sepanjang masa.

Kenaikan 58,26% dengan harga pembukaan 137.75 dan harga penutupan 218.00 yang satuannya US$/ton, menjadi tren yang baik dan disambut baik tentunya. Khusus aktivitas pengangkutan batubara cukup sibuk untuk mendukung permintaan dengan intensitas yang cukup tinggi

"BESS menjadi salah satu perusahaan yang terus berkembang untuk menuju perusahaan pengangkutan batubara terkemuka di Indonesia, khusus untuk aktivitas pengiriman cukup sibuk, BESS telah tersedia kapal, infrastruktur dan SDM yang memadai," ungkap Yuliana.

Terakhir Yuliana mengatakan aktivitas BESS 75% melayani ekspor dan 25% untuk domestik, selain itu BESS melakukan pengangkutan ekspor paling banyak ke negara China. Oleh sebab itu, BESS yakin untuk kuartal selanjutnya BESS akan tetap maju dan terus berkembang guna mendorong dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.

(dna/dna)