Perubahan Iklim Jadi Sorotan, Apa Langkah Pengusaha Batu Bara?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 26 Nov 2021 21:15 WIB
Tak cuma di Kalimantan, Sumatera Selatan juga punya tambang batu bara. Tak tanggung-tanggung, tambang batu bara di Sumsel ini punya cadangan hingga 3 miliar ton
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Perubahan iklim tengah menjadi perhatian dunia saat ini. Negara-negara penghasil energi seperti batu bara pun jadi perbincangan karena dianggap sebagai penyumbang emisi karbon.

Di sisi lain, batu bara memiliki kontribusi dalam pemenuhan energi nasional. Listrik yang dihasilkan menjadi pendorong perekonomian.

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengatakan, meningkatnya permintaan batu bara saat ini mendorong pelaku usaha untuk ikut serta bersama pemerintah menjaga lingkungan dan mengembangkan energi baru dan terbarukan.

"Kita harus berpikir beyond energy, perkembangan dunia saat ini sangat cepat maka kita tidak bisa gunakan pikiran konvensional saja. Perlu pemikiran dan gagasan strategis dari Aspebindo untuk berpikir melebihi sekadar pemasok energi dan batubara. Dengan inovasi dan kolaborasi bersama-sama kita tingkatkan kesejahteraan bangsa melalui dukungan energi," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Selanjutnya, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai Ketua Umum Aspebindo. Ia juga memberikan arahan kepada pengurus untuk mengedepankan inovasi dan kolaborasi.

"Setelah pelaksanaan munas, pengurus Aspebindo akan mempersiapkan langkah untuk mengimplementasikan hasil dari munas ini menjadi program kerja yang semoga bisa kita implementasikan oleh Aspebindo dalam mendukung pemerintah dalam bidang energi," katanya.

Ketua Dewan Pembina Aspebindo Ferry J Juliantono mengatakan, perlunya Aspebindo untuk memberikan dampak yang signifikan dalam menjaga iklim bisnis yang sehat sekaligus mendorong para pelaku industri energi dan batubara bersama-sama membangun energi baru dan terbarukan.

"Saya menghimbau kepada pelaku industri untuk senantiasa bijaksana dalam menjalankan seluruh proses bisnis, mulai dari fase eksplorasi, penambangan, hingga proses pemasaran," katanya.

"Pemerintah melalui Kementerian Investasi sudah membuat mekanisme yang mempermudah proses perizinan berusaha dan Kementerian ESDM membuat mekanisme proses penambangan yang memperhatikan dampak lingkungan dan sosial masyarakatnya. Sebagai bentuk dari kebijaksanaan kita semua, saya berharap aturan-aturan ini dapat menjadi koridor yang mampu menciptakan iklim bisnis yang sehat secara ekonomi maupun secara lingkungan," terangnya.

(acd/fdl)