Cadangan Timah RI 2,23 Juta Ton, Cuma Tahan Sampai 25 Tahun

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 19:26 WIB
tambang timah ilegal
Foto: ist.
Jakarta -

Pemerintah mendorong perusahaan tambang timah untuk melakukan eksplorasi. Pasalnya, cadangan timah kian menipis.

Dari catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), cadangan timah Indonesia diprediksi hanya akan cukup untuk pasokan atau 25 tahun atau hingga 2046. Diketahui, saat ini cadangan timah Indonesia mencapai 2,23 juta ton.

Koordinator Pengawasan Usaha Eksplorasi Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Andri B.Firmanto mengatakan, tak banyak perusahaan timah yang melakukan eksplorasi yang masif. Sementara, cadangan timah tersisa tak lama lagi.

"Ketahanan umur cadangan tidak lama lagi, kalau tidak melaksanakan kegiatan eksplorasi yang intensif. Saat ini baru PT Timah Tbk yang melaksanakan eksplorasi masif. Kita dorong perusahaan untuk melaksanakan eksplorasi lanjutan sehingga bisa menemukan sumber cadangan baru," katanya Rabu (15/12/2021).

Dia mengatakan, kegiatan eksplorasi harus sesuai aturan termasuk terkait lingkungan. Oleh karena itu, sumber cadangan timah yang diproduksi harus berasal dari sumber yang jelas sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Eksplorasi dan kehadiran competent Person merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan Competen Person memiliki peran untuk melaporkan data sumber daya dan cadangan akurat dan terverifikasi, mengetahui umur tambang dan tingkat produksi menjadi terukur, sumber mineral ditambang dapat ditelusuri.

"Ada perusahaan yang punya IUP tapi enggak pernah ditambang tapi bisa produksi, ada juga punya sumber daya cadangan tapi tidak menghasilkan. Banyak sekali kaidah yang tidak pas, ini yang nantinya akan kami tinjau kembali," katanya.

Menurutnya, Kementerian ESDM bisa saja tidak menyetujui Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB) jika perusahaan tidak melakukan eksplorasi. Sehingga, sudah seharusnya perusahaan khususnya pertambangan timah melaksanakan ini.

"Jika eksplorasi tidak dilakukan, maka RKAB tidak akan diterbitkan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Ekspor Timah Indonesia (AETI) Reza Ardiansyah mengakui saat ini masih sedikit perusahaan yang melakukan eksplorasi.

"Saat ini masih sedikit perusahaan yang melakukan eksplorasi untuk membuktikan deposit cadangan timah yang lebih banyak," katanya.



Simak Video "Berkunjung ke Rumah Kreasi Kerajinan Timah Pangkalpinang"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/dna)