Bensin Premium Bakal Musnah dari RI, Tinggal Tunggu Restu Jokowi?

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 20 Des 2021 14:56 WIB
Pengendara motor terpaksa membeli Bensin Pertamax di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2013). Premium di SPBU ini habis karena keterlambatan pengiriman karena maraknya aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Jakarta. File detikFoto.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (RON 88) tahun depan semakin nyata. Mengutip CNBC, Senin (20/12/2021), realisasi rencana ini bahkan disebut hanya tinggal menunggu penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).

"Premium tahun depan sudah tidak ada. Tunggu Perpres keluar," ungkap sumber CNBC Indonesia, dikutip Senin (20/12/2021).

Memangnya kenapa sih kok bensin Premium dihapus?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif sebelumnya mengatakan penjualan BBM premium di outlet-outlet atau SPBU Pertamina sudah mulai dikurangi secara pelan-pelan.

"Terkait dengan roadmap BBM saat ini sesuai dengan program Langit Biru Pertamina, outlet penjualan premium mulai dikurangi pelan-pelan terutama kemarin pada saat pandemi di mana harga crude (minyak mentah) jatuh. Nah (premium) ini memang bisa dilakukan substitusi dengan pertalite," katanya.

Hal ini pun tercermin dari data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), di mana penyerapan bensin Premium selama Januari hingga November 2021 sebesar 3,41 juta kilo liter (kl) atau hanya sekitar 34,15% dari kuota Premium pada tahun ini sebesar 10 juta kl.

Proyeksi sampai akhir tahun diperkirakan konsumsi hanya bertambah sekitar 248 kl. Dengan demikian proyeksi konsumsi bensin Premium oleh masyarakat sepanjang tahun ini juga diproyeksi hanya sekitar 34,15% dari kuota 10 juta kl tahun ini.

Adapun tujuan BBM premium dikurangi adalah untuk memperbaiki kualitas bahan bakar dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Indonesia sekarang masih termasuk empat negara di dunia yang masih menggunakan premium.

"Nah ke depannya memang kita harus menuju energi yang lebih bersih dan kita tertinggal dengan Vietnam. Kita masih (standar) Euro 2, Vietnam sudah Euro 4 dan akan masuk ke Euro 5. Juga (dibandingkan) negara-negara Asean tetangga kita, kita ketinggalan," jelas Arifin.

Lihat juga video 'Tinggal 7 Negara yang Pakai Bensin Setara Premium, Masih Mau Pakai?':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)