ADVERTISEMENT

Cerita Mencekam Jokowi saat Rebut Freeport: Semuanya Menakutkan!

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 23 Des 2021 16:36 WIB
Presiden Jokowi di HUT ke-7 PSI, di Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/12/2021).
Foto: Presiden Jokowi di HUT ke-7 PSI. (screenshot)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan kembali ketika pemerintah berencana untuk merebut kembali PT Freeport Indonesia (PTFI). Hingga akhirnya PTFI berhasil kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Jokowi mengungkapkan, saat pemerintah baru berencana merebut PTFI, informasi yang muncul begitu menakutkan. Mulai dari Papua akan terguncang hingga kemarahan pihak Amerika Serikat (AS)

"Dulu waktu kita mau ambil Freeport kembali, mayoritas informasi yang saya terima memang semuanya menakutkan. Menakutkan semuanya. Nanti Papua akan goncang, Papua akan lepas, Amerika akan marah, sampai tiga tahun kita kerja ini," tuturnya saat memberikan arahan dalam peringatan HUT ke-7 Partai Solidaritas Indonesia (PSI), seperti dikutip Kamis (23/12/2021).

Jokowi mengakui saat itu menteri yang berkaitan dengan pengambilalihan PTFI juga ikut ragu. Jokowi pun meyakini bahwa dia harus tetap maju.

"Menterinya maju mundur maju mundur, maju saya bilang. Jangan maju mundur, maju," kelakarnya.

Jokowi Umumkan Pembelian Saham Freeport Sudah LunasJokowi saat Mengumumkan Pembelian Saham Freeport Sudah Lunas Foto: Hendra Kusuma

Jokowi mengakui memang sedikit mengerikan saat merebut PTFI. Sebab tambang kekayaan negara itu sudah 41 tahun dikelola oleh pihak asing. Tapi ternyata proses peralihan berjalan mulus.

"Ya memang ngeri. Karena ini sudah 41 tahun Freeport ini. Ternyata ya nggak ada apa-apanya. Padahal kita beli juga nggak pakai uang, kita pakai uangnya dia beli. Beli Freeport itu bukan dari uangnya APBN juga bukan, dari BUMN juga ndak," ucapnya.

"Kalau mau, dalam tiga tahun sudah balik sekarang US$ 5 miliar lebih sedikit. Tahun depan kalau kita mau lepas lagi, kita untungnya gede banget, udah balik. Tapi ndak, sudah mayoritas. Yang menentukan kita," tambahnya.

Jokowi menegaskan bahwa selama dipegang asing, PTFI selalu tidak mau membuat pabrik pemurnian di dalam negeri. Dengan dikuasai negara saat ini, PTFI akhirnya mau membangun smelter.

(das/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT