Simak! 4 Fakta BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus

ADVERTISEMENT

Simak! 4 Fakta BBM Premium dan Pertalite Mau Dihapus

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 24 Des 2021 07:30 WIB
Petugas melakukan pengisian bahan bakar sebuah sepeda motor  di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (15/9/2020). PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari Rp.7.650 menjadi Rp6.450 per liter atau setara dengan harga premium, yang hanya berlaku di 38 SPBU di Kota Tangerang Selatan, promisi ini ini dilaksanakan dalam rangka program langit biru hingga enam bulan kedepan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta -

Ajal bahan bakar minyak (BBM) Premium (RON 88) sudah di depan mata. Pemerintah akan mengalihkan penggunaan BBM tidak ramah lingkungan itu ke BBM Pertalite (RON 90).

Pemerintah menyatakan serius untuk berupaya memperbaiki kondisi lingkungan dengan mendorong penggunaan BBM yang ramah lingkungan.

Seperti apa rencana pemerintah tersebut? Berikut deretan faktanya:

1. Premium Hanya Permulaan

Dalam rangka itu, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih menjelaskan bahwa Indonesia kini mulai memasuki masa transisi di mana BBM RON 90 akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

"Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (23/12/2021).

2. Hanya 7 Negara yang Pakai

Dia mengungkapkan hal tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Kegiatan Penyediaan dan Pendistribusian BBM dan LPG PT Pertamina (Persero) di Bogor, Senin (20/12).

Soerja menjelaskan bahwa saat ini hanya ada tujuh negara yang masih menggunakan Premium RON 88. Volume yang digunakan pun sangat kecil. Kesadaran masyarakat menggunakan BBM dengan kualitas yang lebih baik menjadi salah satu penyebabnya.

Pertalite juga bakal hilang. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT