ADVERTISEMENT

LPG Nonsubsidi Naik, Orang Mampu Ngaku Mau Beralih ke 'Gas Melon'

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 26 Des 2021 19:29 WIB
Konsumsi harian gas elpiji subsidi atau gas 3 kg meningkat selama pandemi COVID-19. Kenaikan mencapai 1 persen dari konsumsi normal.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga LPG nonsubsidi naik per kemarin. Kebijakan ini ditakutkan akan membuat orang mampu semakin banyak yang beralih ke 'gas melon' alias tabung elpiji 3kg yang berwarna hijau.

Ibu rumah tangga bernama Shinta (50) buka-bukaan berencana mengganti tabung gas elpiji 3kg jika kenaikan LPG nonsubsidi terlalu signifikan. Saat ini dirinya masih memakai tabung gas ukuran 12kg.

"Ya bisa saja saya ganti ke 3kg kalau naik lagi. Sekarang saja sudah Rp 160 ribu, kalau harganya sampai Rp 200 ribu mending saya ganti lah ke yang (tabung) 3kg," kata Shinta kepada detikcom ditemui di Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (26/12/2021).

Hal itu direncanakan Shinta karena dirinya mengaku sudah terlalu pusing dengan kenaikan harga yang jadi kebutuhan dapur. Seperti diketahui, kenaikan LPG nonsubsidi ini berbarengan dengan naiknya harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng, telur, hingga cabai.

"Pusing saya, jujur aja. Apa-apa naik sekarang. Setiap belanja ada aja yang naik. Masih pandemi ini lho, bukan masyarakat bawah aja yang susah, kayak kita menengah begini juga sulit," ujar Shinta.

Ibu rumah tangga lainnya bernama Sari justru mengaku sudah beralih ke tabung elpiji 3kg sejak dua tahun yang lalu. Awalnya dirinya memakai tabung ukuran 12kg, namun dikarenakan harganya semakin mahal dan susah dicari, kini dirinya sudah rutin memakai gas melon.

"Di warung-warung terdekat ini susah tabung yang 12kg, udah gitu lebih mahal kan. Penggunaannya juga sama saja nggak sampai sebulan (yang 12kg) sudah habis, jadi mending yang 3kg," jelasnya.

Sari sebenarnya mengetahui jika elpiji 3kg disediakan untuk masyarakat miskin sesuai yang biasanya tertulis di tabung gas. Tetapi apa daya, kenaikan harga LPG nonsubsidi yang tidak bisa dipenuhi membuatnya memutuskan untuk beralih.

"Saya bukan orang kaya, jadi boleh dong. Kalau harganya (LPG nonsubsidi) naik terus ya saya nggak mampu," akunya.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT