Hasil Polling Premium-Pertalite Dihapus: Mayoritas Tak Setuju, Ini Alasannya

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 09:47 WIB
Sejumlah kendaraan mengisi BBM premium, di SPBU Pejompongan, Jakarta, Jumat (16/01/2015). Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun lagi. Harga Premium diturunkan menjadi Rp 6.600/liter, sementara Solar menjadi Rp 6.400/liter. Harga baru ini berlaku mulai Senin (19/1/2015) pukul 00.00.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Dengan alasan lingkungan, pemerintah bakal menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite. Tentu rencana ini menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat.

Kemarin, detikcom mengadakan polling tentang setuju atau tidak jika Premium dan Pertalite dihapus. Polling ini ditutup pak pukul 09.00 WIB pagi ini.

Hasilnya ada 320 detikers yang ikut dalam polling ini. Sebanyak 268 orang memilih tidak setuju dan sisanya 52 memilih setuju.

Salah satu pembaca yang memilih tidak setuju karena berharap pemerintah memikirkan kesejahteraan masyarakat. "Ikut suara terbanyak & demi rakyat yang sejahtera bukan dibikin sengsara, gue pilih kagak setuju," tulis kaun Kang Kung.

Pembaca lainnya mengkhawatirkan angkutan umum yang saat ini tentu masih menggunakan BBM yang murah.

"Untuk usaha angkutan umum yang dikelola masyarakat seperti angkot, antar jemput anak sekolah, ojek tentu akan mati usaha. kalaupun menggunakan Pertamax, ongkosnya jadi berapa, karena Pertamax BBM tidak bersubsidi," kata Eben Damanik.

Sementara itu dari mereka setuju, ada pembaca yang menilai subsidi seharusnya diprioritaskan untuk kesehatan dan pendidikan. "Berikan subsidi hanya untuk kesehatan dan pendidikan," tulis ViverePericoloso.

Pembaca lain juga sepakat Premium dihapus, namun harus ada jaminan bahwa masyarakat mudah mendapatkan pekerjaan.

"Segala sesuatu yang berbau subsidi sebaiknya dihapus, biar rakyat belajar ada harga ygan harus dibayar, tapi dibarengi dengan kemudahan untuk mendapatkan kesempatan kerja," tulis Biwir Bawel.

Untuk melihat komentar detikers lainnya bisa lihat di berita aslinya di sini.

Lihat juga video 'Tinggal 7 Negara yang Pakai Bensin Setara Premium, Masih Mau Pakai?':

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)