Eropa-China Krisis, AS Curi Kesempatan Jadi Eksportir LPG Terbesar Dunia

ADVERTISEMENT

Eropa-China Krisis, AS Curi Kesempatan Jadi Eksportir LPG Terbesar Dunia

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 06 Jan 2022 09:46 WIB
A supporter of Republican presidential candidate Donald Trump holds an American flag as Trump speaks at a campaign rally in Milford, New Hampshire, February 2, 2016. REUTERS/Mike Segar
Foto: REUTERS/Mike Segar
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) sekarang menjadi negara pengekspor LPG terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan adanya krisis energi di Eropa dan China yang membuat permintaan LPG dari Amerika melonjak.

Melansir dari CNN, Kamis (6/1/2021), menurut data pelacakan kapal dari ICIS LNG Edge, ekspor LPG dari Amerika Serikat mencapai 7,7 juta ton selama bulan Desember kemarin. Angka tersebut secara tipis mengungguli produsen saingannya yakni Qatar dan Australia untuk pertama kalinya.

Selain itu menurut perkiraan dari ICIS dan Badan Informasi Energi AS, secara keseluruhan Amerika akan tetap menjadi eksportir LPG terbesar di dunia sepanjang 2022 ini.

Sebab diperkirakan bahwa permintaan LPG dari AS ini akan tetap tinggi di Eropa. Terutama mengingat adanya kekhawatiran tentang rantai pasokan gas alam dari Rusia yang sedang mengalami gangguan akibat meningkatnya ketegangan atas penumpukan personel militer di perbatasan Rusia dengan Ukraina.

Tentu permasalahan penumpukan militer di perbatasan Rusia dengan Ukraina ini dirasa dapat mempengaruhi rantai pasokan LPG di Eropa mengingat 40% pasokan gas di Uni Eropa berasal dari Rusia, dan sebagian besar LPG tersebut disalurkan melalui Ukraina.

Melihat kondisi ini, tentu produsen LPG AS telah meresponsnya dengan meningkatkan pengiriman gas ke Eropa. Terlebih di saat harga gas di Eropa sekarang ini sedang tinggi-tingginya, agar AS bisa dapat lebih banyak cuan.

"Harga gas spot global telah turun kembali dari rekor tertinggi yang terlihat pada pertengahan Desember, tetapi tetap sangat tinggi dalam sejarah," kata Alex Froley, seorang analis di ICIS.

Lihat juga Video: Harga LPG Non Subsidi Naik, Warga Mulai Beralih ke Gas Melon 3 Kg

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT