ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Erick Thohir Beberkan Kesalahan Besar di Balik Krisis Batu Bara RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 08 Jan 2022 15:15 WIB
pOster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Indonesia saat ini sedang dilanda krisis batu bara. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut jika hal ini terjadi karena adanya kesalahan besar.

Erick bahkan memutuskan untuk mencopot Direktur Energi Primer PT PLN (persero) Rudy Hendra Prastowo karena PLN mengalami krisis batu bara. Menurut Erick Indonesia saat ini adalah negara penghasil batu bara dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan listrik.

Rudy digantikan oleh Hartanto Wibowo yang disebut Erick sebagai top talent di PLN. Di usianya yang masih muda, Hartanto dinilai memiliki kemampuan mumpuni.

Erick juga meminta kepada Hartanto untuk membenahi masalah krisis pasokan batu bara di tubuh PLN.

Dia juga menyoroti negara lain yang tak punya sumber daya alam tidak mengalami krisis energi. "Artinya apa, ada sesuatu yang harus kita perbaiki bersama-sama," ujar dia, di Kementerian BUMN.

Menurut dia, pasokan energi ini memang sudah diamati sejak awal tahun 2021 lalu. Apalagi sejak La Nina melanda dan hal ini berdampak pada distribusi batu bara.

Dia bahkan sudah memimpin rapat ini sejak Januari, ketika ada kekurangan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk listrik.

Erick menambahkan seharusnya siklus pasokan sudah diantisipasi. Dia bilang, sebuah kesalahan besar jika masalah pasokan ini tidak terencana.

"Karena itu kalau kita sebagai negara yang punya sumber daya alam besar, tidak punya rencana, apalagi tidak menjaga untuk tidak jadi krisis, ini adalah kesalahan besar," katanya.

Erick menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekankan pentingnya tanjung jawab bersama untuk pembangunan perekonomian. Lanjutnya, ekonomi tidak akan meningkat tanpa kehadiran listrik.

"Tidak mungkin ekonomi kita terus meningkat tanpa listrik. Wong mobilnya aja pakai listrik nanti," ujarnya.

Lihat juga video 'Jokowi Setop Ekspor Batu Bara Upaya Hadapi Krisis Energi':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT