Jokowi Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara di Sumsel 26 Januari

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 21:54 WIB
Rapat Koordinasi Pemprov Sumsel dan Kementerian Investasi
Foto: Pemprov Sumsel
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan groundbreaking industri proyek hilirisasi batu bara coal to DME pertama di Indonesia yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel). Ia menyebut Sumsel sangat tepat untuk dijadikan proyek hilirisasi pertambangan batu bara.

Hal itu diungkapkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat Rapat Koordinasi bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Direktur Utama PT Bukit Asam (PTBA) Arsal Ismail, Senin (10/1) kemarin.

Bahlil mengatakan hilirisasi menjadi sektor prioritas karena pemerintah berupaya untuk mengurangi subsidi LPG. Oleh karena itu, menurutnya, jika proyek ini berhasil maka Sumsel akan menjadi daerah pertama di Indonesia untuk industri hilirisasi batu bara low kalori.

"Kita berfikir untuk memanfaatkan dari batu bara low kalori ini, dengan kolaborasi PT Bukit Asam, Pertamina, dan Air Products. Hari ini saya datang untuk memastikan sebenarnya terkait persiapannya karena ini pertama di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/1/2021).

Bahlil juga optimistis menargetkan proyek hilirisasi batu bara tersebut akan selesai dalam waktu 30 bulan setelah groundbreaking. Adapun pelaksanaan groundbreaking akan dilakukan pada akhir Januari ini

"Sama-sama kita sepakati tanggal 26 Januari ini kita groundbreaking bersama presiden memang targetnya ini harus cepat terealisasi, kalau bisa 30 bulan ini selesai kalau memang bisa kurang dari itu lebih bagus lagi," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan pihaknya akan terus konsisten dan satu persepsi dengan jajaran PTBA dan Pertamina untuk segera merealisasikan proyek hilirisasi batu bara di Tanjung Enim, Sumsel. Sebagai salah satu proyek strategis nasional, DME akan menjadi salah satu energi alternatif sebagai substitusi untuk menekan impor LPG.

"Sebagai salah satu daerah yang mempunyai potensi batu bara yang besar, di sini kami bersama yang lainnya akan satu persepsi tentunya untuk membuat proyek ini akan secepatnya bisa dirasakan masyarakat," ungkap Herman Deru.

Lebih lanjut ia menyampaikan Tanjung Enim merupakan salah satu kawasan ekonomi khusus. Oleh karena itu, dirinya merasa bangga Sumsel bisa berkontribusi untuk proyek ini. Terlebih proyek tersebut dapat mengurangi impor LPG yang ada di Indonesia.

"Daerah Tanjung Enim ini juga salah satu kawasan ekonomi khusus, sebagai kepala daerah saya sangat senang proyek ini berjalan di sini. Artinya ada kontribusi Sumsel di dalamnya," ungkapnya.

"Hal ini memang sangat tepat untuk mengurangi ketergantungan impor gas LPG, memang seharusnya ini cepat kita realisasikan sehingga nantinya masyarakat tidak akan lagi mengalami kelangkaan gas elpiji," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Arsal menyebutkan pihaknya akan terus mematangkan proyek hilirisasi batu bara ini. Dirinya juga sangat optimistis jika proyek ini akan sukses dan dapat segera dinikmati masyarakat.

"Kami saat ini terus melakukan upaya yang matang demi suksesnya proyek ini berjalan karena jujur sebagai putra daerah saya sangat ingin ini cepat terealisasi sehingga nantinya masyarakat cepat menikmati hasilnya," pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam rapat tersebut di antaranya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Bahlil Lahadalia, Dirut PTBA, Arsal Ismail, Dirut Pertamina, Nicke Widyawati, Dirut Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, Dirut Pengembangan Usaha PTBA, Rafli Yandra, Staf Khusus Menteri Investasi, Tina Talisa.

Hadir pula secara virtual Pj. Bupati Muara Enim H. Nasrun Umar,Direktur Ops/Prod, Suhedi, Direktur SDM Suherman, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko, Farida Thamrin.

(ncm/hns)