Omicron Merajalela, Harga Minyak Mentah RI Turun

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 21:45 WIB
Ilustrasi sektor migas
Foto: Ilustrasi Migas (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)

Penurunan harga minyak mentah internasional juga dipengaruhi oleh Bank of England yang mengumumkan kenaikan suku bunga yang tidak terduga. Keputusan itu menjadi yang pertama di antara negara-negara maju kelompok G7 yang melakukan pengetatan moneter sejak pandemi COVID-19 setelah Federal Reserve AS mengindikasikan potensi percepatan pengurangan stimulus fiskal dan menaikkan suku bunga lebih awal, untuk mengatasi inflasi. Indikasi tersebut membuat dolar AS lebih menarik bagi investor dibandingkan dengan pasar ekuitas.

Berdasarkan laporan Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, Rystad Energy memperkirakan throughput kilang global pada kuartal 4 tahun 2021 direvisi turun 400.000 barel per hari dibanding laporan bulan November 2021 menjadi rata-rata 78,7 juta barel per hari.

Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh terus berlanjutnya ekspektasi akan pelepasan cadangan minyak strategis China, penurunan pertumbuhan perekonomian di wilayah Asia Pasifik, terutama di China dan India, serta penurunan impor minyak mentah di China dan Jepang.

Penetapan ICP Desember 2021 ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 2.K/MG.03/DJM/2022 ditetapkan pada tanggal 3 Januari 2022.

Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Desember 2021 dibandingkan bulan November 2021 sebagai berikut:

a. Dated Brent turun sebesar USD7,34 per barel dari USD81,44 per barel menjadi USD74,10 per barel.

b. WTI (Nymex) turun sebesar USD6,96 per barel dari USD78,65 per barel menjadi USD71,69 per barel.

c. Basket OPEC turun sebesar USD6,88 per barel dari USD80,37 per barel menjadi USD73,49 per barel.

d. Brent (ICE) turun sebesar USD6,05 per barel dari USD80,85 per barel menjadi USD74,80 per barel.


(dna/dna)