Pemerintah Kaji Skema Pungutan Batu Bara Lewat BLU, Pengusaha Setuju?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 17:12 WIB
Wakil Ketua Umum Kadin resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kamr Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia periode 2021-2026.
Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid/Foto: Dok. KADIN
Jakarta -

Pemerintah berencana membentuk badan layanan umum (BLU) sebagai upaya mengatasi ancaman krisis energi khususnya batu bara. Tugasnya nanti mengelola dana yang dipungut dari perusahaan batu bara.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid menyambut baik skema yang saat ini dibuat oleh pemerintah. Dari sisi pengusaha dia mau memastikan ketahanan energi nasional terjaga.

"Kita jaga supaya dapat dua-duanya, dari sisi itu makanya muncul skema BLU tadi. Gimana mencari titik temu karena saat ini ada dua harga, PLN dalam negeri dan luar negeri. Kita mau ujungnya sama walaupun dibebankan secara menyeluruh ke industri," kata Arsjad di RM Batik Kuring, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (13/1/2022).

Dalam posisinya sebagai Direktur Utama Indika Energy, Arsjad menyambut baik skema BLU batu bara. Pengusaha disebut juga sudah diajak berdiskusi untuk mengeluarkan satu solusi.

"Harapannya kita bisa mengeluarkan satu solusi yang tidak hanya sementara," jelasnya.

Selain itu, Arsjad meminta para pengusaha batu bara juga berkomitmen memenuhi kewajiban penjualan batu bara kepada PLN. Saat ini dia mengakui ada beberapa pengusaha yang tidak memenuhi komitmennya.

"Ada pengusaha yang tidak komit, tapi dari sisi kita gimana semua harus komit," jelasnya.

(aid/ara)