Pasokan Batu Bara ke Pembangkit PLN Dipantau Ketat

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 14 Jan 2022 13:20 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) IPP Jawa 7 di Bojonegara, Banten beroperasi mulai Oktober 2019. Begini penampakannya dari udara.
Ilustrasi/Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM bakal memantau ketat pasokan batu bara untuk pembangkit listrik. Tujuannya agar krisis yang terjadi baru-baru ini tak terulang lagi.

Pihaknya memastikan efektivitas dalam penyediaan dan pengiriman batu bara, khususnya untuk kebutuhan kelistrikan nasional. Dalam melakukan efektivitas tersebut, data realisasi volume dan setiap tahapan pengiriman pasokan batu bara ke pembangkit listrik, mulai dari lokasi tambang, loading, hingga penerimaan di setiap pembangkit secara spesifik serta real time akan terpantau dan terintegrasi dalam sistem digital yang ada di Ditjen Minerba.

Sistem digital itu akan mengirimkan notifikasi Early Warning System secara otomatis kepada pemasok.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan strategi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengiriman dalam rantai pasok batu bara sesuai pemenuhan kewajiban DMO setiap mitra pemasok yang terpantau per harinya.

"Dengan adanya pemantauan berbasis pada realisasi pasokan dari para mitra pengusaha tambang ini diharapkan dapat membantu mengamankan pasokan batu bara ke PLN," katanya melalui keterangan tertulis dikutip detikcom, Jumat (14/1/2022).

Perusahaan listrik negara itu mengapresiasi pemerintah yang menetapkan kebijakan korektif apabila terjadi kendala pasokan batu bara ke pembangkit. Dengan demikian, keandalan pasokan batu bara bagi PLN bakal lebih terjamin.

Darmawan berharap adanya kolaborasi tersebut maka langkah korektif juga dapat dilakukan secara terfokus dan langsung menyelesaikan masalah pada titik krusial, yaitu ketersediaan pasokan dan moda transportasi di loading port.

"Kami melakukan berbagai langkah extra ordinary. Dengan dukungan dari pemerintah juga, masalah pasokan telah terselesaikan dan dipastikan tidak ada pemadaman terkait karena krisis pasokan batu bara untuk PLTU," paparnya.