ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Larangan Ekspor Batu Bara Dicabut buat 18 Kapal

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 14 Jan 2022 21:00 WIB
Pekerja menunjukkan batu bara di Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Pemerintah telah mencabut kebijakan larangan ekspor batu bara secara bertahap dengan pertimbangan terkait mekanisme ekspor dan pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) hingga ekspor untuk perusahaan batu bara yang tidak memiliki kontrak dengan PLN atau yang spesifikasi batu baranya tidak dibutuhkan PLN. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara menerbitkan surat pencabutan larangan ekspor batu bara untuk beberapa kapal yang sudah memenuhi persyaratan DMO.

Hal itu tertuang dalam surat bernomor B-165/MB.05/DJB.B/2022 yang diterbitkan 13 Januari 2022. Berikut fakta-faktanya:

1. 18 Kapal Berlayar Lagi

Dalam surat itu dijelaskan bahwa ada 37 kapal asing ekspor batu bara dengan status muatan sudah di atas kapal. Namun, Ditjen Minerba hanya mencabut sanksi larangan ekspor terhadap 18 kapal batu bara.

Sebanyak 18 telah memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), yakni memasok batu bara ke PLN sebesar 25% dari total produksi per tahun dengan harga US$ 70 per metrik ton.

"18 kapal memuat batu bara dari pemegang PKP2B dan IUP Operasi Produksi yang telah memenuhi DMO tahun 2021 sebesar 100% atau lebih," bunyi surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Minerba Ridwan Djamaluddin.

2. 19 Kapal Belum Siap

Sebanyak dua kapal MV. HC. SUNSHINE dan MV. INTER STEVEDORIN belum dilakukan pemuatan batu bara. Satu kapal MV. THAI KNOWLEDGE dalam proses pemuatan batu bara,

Lalu terdapat 16 kapal memuat batu bara dari PKP2B dan IUP Operasi Produksi yang belum memenuhi DMO tahun 2021 sebesar 100% serta dari pemegang Izin pengangkutan dan penjualan.

Alhasil hanya 18 kapal yang sanksi pelarangan penjualan batu baranya ke luar negeri dicabut. Ditjen Minerba meminta otoritas terkait untuk mengaktifkan kembali Eksportir Terdaftar (ET), memberikan pelayanan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk penjualan batubara ke luar negeri terhadap 18 kapal tersebut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT