Segini Ngefeknya Larangan Ekspor Batu Bara ke Neraca Dagang RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 17 Jan 2022 14:15 WIB
Pekerja menunjukkan batu bara di Pelabuhan PT Karya Citra Nusantara (KCN), Marunda, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Pemerintah telah mencabut kebijakan larangan ekspor batu bara secara bertahap dengan pertimbangan terkait mekanisme ekspor dan pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO) hingga ekspor untuk perusahaan batu bara yang tidak memiliki kontrak dengan PLN atau yang spesifikasi batu baranya tidak dibutuhkan PLN. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Batu bara/Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Desember 2021 mencapai US$ 22,38 miliar. Angka ini turun 2,04% dibandingkan periode November 2021.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan hal ini juga disebabkan oleh menurunnya ekspor batu bara. "Untuk ekspor pertambangan dan lainnya turun 21,2% yang disebabkan oleh menurunnya ekspor batu bara," kata Margo dalam konferensi pers, Senin (17/1/2022).

Selain itu penurunan ekspor Desember 2021 dibanding November 2021 disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas 1,06%, yaitu dari US$ 21,5 miliar menjadi US$21,2 miliar, demikian juga ekspor migas turun 17,93% dari US$ 1,3 miliar menjadi US$ 1,09 miliar.

Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya ekspor minyak mentah 4,27% menjadi US$ 115,7 juta dan hasil minyak 25,9% menjadi US$ 185,5 juta, demikian juga ekspor gas turun 17,58% menjadi US$ 792,2 juta.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-Desember 2021 mencapai US$ 231,54 miliar atau naik 41,88% dibanding periode yang sama tahun 2020, sementara ekspor kumulatif nonmigas mencapai US$219,27 miliar atau naik 41,52%.

BPS mencatat ekspor produk industri pengolahan naik 5,06% yang disumbang oleh peningkatan ekspor minyak kelapa sawit. Sementara ekspor produk pertanian turun 6,52% disumbang oleh penurunan ekspor kopi.

Selama Januari-Desember 2021, ekspor nonmigas Indonesia menurut sektor industri pengolahan meningkat 35,11% dibanding 2020 yang disumbang oleh meningkatnya ekspor besi dan baja, ekspor produk pertanian meningkat 2,86% yang disebabkan oleh meningkatnya ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah, demikian juga ekspor produk pertambangan dan lainnya naik 92,15% yang disumbang oleh meningkatnya ekspor batubara.



Simak Video "Menteri ESDM Buka Kran Ekspor Batu Bara, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)