Bu-ibu, Sudah Siap Masak Nggak Pakai LPG Lagi?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 08:03 WIB
Pekerja memindahkan tabung gas LPG 3 kilogram subsidi di salah satu agen gas di kawasan Karet Tengsin, Jakarta, Kamis (30/12/2021). Kenaikan harga LPG nonsubsidi mendorong terjadinya peralihan pola konsumsi masyarakat menjadi lebih memilih gas LPG 3 kilogram bersubsidi atau gas melon, karena memiliki harga yang lebih murah.
Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Rata-rata masyarakat Indonesia sehari-hari memasak menggunakan LPG alias elpiji. Nah, kemarin pemerintah meluncurkan bahan pembakaran baru untuk memasak.

Memakai listrik bukan ya? Pemerintah juga punya rencana mendorong elektrifikasi di sektor ini kan?

Memang, tapi yang diluncurkan pemerintah kemarin adalah dimethyl ether (DME) atau gasifikasi batu bara. Jadi, nanti ibu-ibu bisa memasak menggunakan DME sebagai pengganti LPG.

Sudah siap berubah nih ibu-ibu sekalian?

Kenapa LPG nggak dilanjutkan sih? Pasalnya, selama ini LPG dibeli dengan cara impor, nilainya besar banget, sampai menyentuh Rp 80 triliun kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Impor terus menerus dalam jumlah besar pasti bikin neraca dagang Indonesia tekor. Makanya pemerintah akhirnya mencari cara lain, salah satunya melalui proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) alias gasifikasi batu bara tadi.

Proyek yang berlokasi di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan itu dimulai kemarin ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking.

"Impor kita LPG itu gede banget mungkin Rp 80 triliun, dari kebutuhan Rp 100-an triliun impornya," kata Jokowi dalam Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara Menjadi Dimethyl Ether seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (24/1/2022).

Selain nilai impor yang tinggi, Jokowi juga mengungkap pemerintah mengeluarkan subsidi yang besar agar LPG itu bisa sampai ke masyarakat. Nilai subsidi itu, kata Jokowi, mencapai Rp 70 triliun.

"Rp 80 triliun, itu pun juga harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi sekali. Subsidinya antara Rp 60-70 triliun," ujarnya.

Jadi, sudah siap tinggalin LPG belum nih?



Simak Video "Ada Proyek Pengganti LPG, Jokowi Sebut RI Hemat Rp 7 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)