Orang Terkaya Australia Caplok Perusahaan Teknologi Rp 3,1 T, Buat Apa?

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 08:42 WIB
Pendiri Fortescue, Andrew Forrest
Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Raksasa tambang asal Australia, Fortescue Metals mengakuisisi perusahaan teknologi dan rekayasa Inggris, Williams Advanced Engineering (WAE) senilai US$ 222,2 juta atau Rp 3,17 triliun (kurs Rp 14.300).

Berdasarkan kesepakatan itu, WAE yang akan diintegrasikan ke unit energi bersih Fortescue. Akuisisi bertujuan untuk membantu Fortescue menjadi perusahaan netral karbon pada 2030.

"Pengumuman ini adalah kunci untuk membuka formula untuk menghilangkan mesin bertenaga bahan bakar fosil dan menggantinya dengan teknologi nol emisi karbon," kata Pendiri Fortescue, Andrew Forrest dikutip dari BBC, Selasa (25/1/2022).

Selain itu Forrest juga mau mengubah perusahaan produsen bijih besi terbesar keempat di dunia miliknya itu menjadi salah satu produsen energi bersih terkemuka di dunia.

Hingga saat ini, Fortescue telah mengembangkan baterai prototipe untuk penggunaan industri berat sejak awal tahun lalu.

Namun dengan adanya kesepakatan ini, Fortescue berencana menggunakan teknologi baterai WAE dalam mengembangkan kereta barang, peralatan industri berat, hingga truk pengangkut yang lebih ramah lingkungan.

Andrew Forrest merupakan orang terkaya ke-7 di Australia. Ia memiliki kekayaan US$ 17,4 miliar.

(ara/ara)