Ada Potensi 'Harta Karun' di Lumpur Lapindo, Bisa buat Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 12:22 WIB
Luas lahan yang ditenggelamkan lumpur mencapai 640 hektar. Ribuan rumah dan persawahan sirna sejak lumpur menyembur 26 Mei 2006. Bagaimana keganasan lumpur yang mengusir penduduk dari 4 desa dan 3 kecamatan di Sidoarjo itu .Semburan lumpur lapindo belum juga berhenti meski sudah menginjak tahun ke 9. Sejak menyembur pada 29 Mei 2006, luapan lumpur ini telah menenggelamkan sejumlah desa di tiga kecamatan di Sidoarjo. Seluas 640 hektar lahan kini berubah menjadi kolam penampungan lumpur. Ini penampakan ganasnya lumpur lapindo yang direkam pada tahun 2006 dan 2007. budi Sugiarto/file/detikfoto
Foto: Budi Sugiharto
Jakarta -

Ditemukan potensi 'harta karun' di lumpur Sidoarjo atau yang lebih dikenal dengan lumpur Lapindo.

Pengamat Hukum Energi dan Pertambangan Ahmad Redi menjelaskan jika memang lithium itu ada dalam jumlah besar maka bisa dijadikan bahan baku baterai.

"Itu bisa punya nilai ekonomi tinggi," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (25/1/2022).

Redi mengatakan, memang dibutuhkan beberapa langkah untuk memanfaatkan potensi 'harta karun' ini misalnya dengan membangun pabrik dan industri pengolahan.

Selanjutnya jika memang untuk kepentingan ekspor maka dibutuhkan pembangunan smelter di dalam negeri.

Menurut Redi dalam Undang-Undang Minerba terkait pengolahan tambang tinggal dilihat perizinan perusahaan mana yang akan mengusahakan.

Sebelumnya diberitakan Dari hasil tim terpadu riset mandiri (TTRM) ditemukan kandungan lithium pada lumpur yang dikenal dengan sebutan lumpur Lapindo tersebut.

Pakar Geologi ITS Amien Widodo mengatakan, penelitian itu sudah dilakukan sejak lama. Pada tahun lalu, pihaknya juga telah mengundang Badan Geologi Kementerian ESDM untuk memaparkan hasil penelitiannya.

Lihat juga video 'Mengais Rezeki di Danau Lumpur Lapindo':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)