Jokowi Pamer ke Dunia, RI 'Sulap' Sampah Jadi Listrik 10 MW

ADVERTISEMENT

Jokowi Pamer ke Dunia, RI 'Sulap' Sampah Jadi Listrik 10 MW

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 11 Feb 2022 19:49 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Indonesia saat ini sedang fokus untuk melindungi lingkungan laut untuk keberlanjutan pembangunan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini Indonesia menjadi salah satu negara di garda terdepan dunia dalam hal perlindungan laut.

"Kami memiliki komitmen mencapai target kawasan konservasi perairan laut seluas 32,5 juta hektar pada 2030," kata Jokowi dalam keterangannya, Jumat (11/2/2022).

Jokowi mengungkapkan hingga 2021 pemerintah telah berhasil mencapai konservasi seluas 28,1 juta hektar atau 86,5% dari target. Dia mengaku optimis pada 2030 bisa memenuhi target. Pemerintah juga berkomitmen untuk mengurangi 70% sampah plastik laut pada tahun 2025.

"Berbagai upaya terus dijalankan mulai dari rencana aksi penanganan sampah plastik laut hingga pembangunan pembangkit listrik berbahan baku sampah yang mengonversi 1.000 ton sampah per hari menjadi 10 megawatt listrik," ujar dia.

Selain itu ekosistem mangrove juga menjadi perhatian pemerintah dan menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektar hingga tahun 2024.


Jokowi meyakini semua upaya ini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan laut dan pembangunan berkelanjutan namun juga pada perubahan iklim.

Pada Cop26 tahun lalu, bersama negara negara island state forum Indonesia menyerukan pentingnya keterkaitan antara laut dan perubahan iklim. Indonesia yakin dengan dukungan internasional negara negara kepulauan dan negara pulau kecil dapat menjadi bagian dari solusi.

Menurut Jokowi para pemimpin pengelolaan lingkungan laut perlu ditempatkan dalam dimensi pembangunan berkelanjutan dan menjadi bagian untuk mendukung pemulihan ekonomi dari dampak pandemi.

"Kami telah mengambil langkah terobosan antara lain, kebijakan penangkapan kebijakan ikan terukur dan berbasis kuota yang didukung sistem pengawasan berbasis integrasi teknologi. Serta pengembangan kampung perikanan pembudidaya berbasis kearifan lokal untuk pengentasan kemiskinan dan pelestarian komoditas bernilai ekonomi tinggi," ujar Jokowi.

Dia menambahkan pada tingkat global Indonesia terus mendukung isu kelautan presidensi G20 indonesia akan mengangkat pentingnya ekonomi karbon dan penanganan sampah laut. Jokowi menegaskan, Indonesia siap bermitra dengan semua pihak demi terwujudnya ekosistem laut yang berkelanjutan.

(kil/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT