Ibas Ingin Aplikasi PLN Bilingual: Bukan Sok Kebarat-baratan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 28 Mar 2022 15:25 WIB
Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas
Foto: (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Anggota Komisi VI Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas mengapresiasi PT PLN (Persero) dalam modernisasi layanan ke konsumen seperti melalui aplikasi. Ibas berharap, aplikasi PLN juga menghadirkan fitur bahasa lain.

Ibas meminta, sosialiasasi dan edukasi terkait layanan mengenai aplikasi ini terus dilakukan agar masyarakat paham memakai cara-cara modern. Selanjutnya, Ibas ingin aplikasi PLN lebih mudah dan memakai dua bahasa (bilingual).

Ibas menegaskan, pemakaian dua bahasa bukan karena ingin sok kebarat-baratan. Menurutnya, pemakaian dua bahasa bisa lebih memberikan kemudahan pada konsumen.

"Dan kita juga tinggal memastikan agar teknik aplikasi yang dilakukan oleh PLN ini lebih user friendly, mudah penggunaannya, tidak ruwet dan diusahakan bilingual bahasannya. Bukan sok kebarat-baratan, tapi terkadang menggunakan bahasa non Indonesia itu lebih mudah dalam menggunakan aplikasi online," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Senin (28/3/2022).

Ibas juga menyambut baik berbagai kebijakan dan kemudahan yang diberikan PLN. Beberapa di antaranya terkait dengan mobil listrik dan pemanfaatan tenaga surya atau energi baru terbarukan lainnya.

Tapi, ia memberikan catatan agar tarif listrik dari energi baru terbarukan itu kompetitif sehingga masyarakat beralih ke energi ramah lingkungan.

"Tapi tolong dipastikan ke depan semakin kompetitif dalam harga dan berkualitas, agar mereka para customer yang ada di Indonesia sangat besar ini akhirnya mau berbondong-bondong beralih menggunakan listrik berbasiskan energi baru terbarukan atau EBT," katanya.

Tak cuma itu, Ibas meminta PLN memastikan ketersediaan pasokan energi di dalam negeri tercukupi. Lalu, ia meminta agar pola pembayaran PLN tidak macet.

"Ini juga masih dirasakan teman-teman industri dan swasta lainnya. Sebagai contoh kalau PLN juga macet dalam pola pembayaran berarti banyak juga mempertanyakan apakah PLN ini sehat secara bisnis beroperasinya," terangnya.



Simak Video "Begini Tafsiran Netizen soal Lukisan Sosok Ayah Gandeng Anak SBY"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)