ADVERTISEMENT

Gandeng Himbara, PLN Gencar Bangun 'SPBU Listrik' di Tanah Air

Zefanya Aprilia - detikFinance
Senin, 28 Mar 2022 19:38 WIB
PT PLN (Persero) mendapat dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam pelaksanaan transisi energi berupa pembiayaan.
Foto: Dok. PLN
Jakarta -

PT PLN (Persero) mendapat dukungan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berupa pembiayaan untuk pembangunan dan pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau SPBU Listrik di Tanah Air. Menurut Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, PLN bersama Himbara berkomitmen untuk mengembangkan energi bersih dan menurunkan emisi karbon.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direksi PLN bersama Direksi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dalam rangkaian side event KTT G20 Energy Transition Working Group (ETWG) 1 di Yogyakarta, Rabu (24/03).

"Kerja sama ini bukti nyata dukungan Himbara terhadap pelaksanaan transisi energi sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan upaya mendukung ekosistem kendaraan listrik guna mempercepat tercapainya target net zero emission pada 2060," ucap Darmawan melalui keterangan tertulisnya, Senin (28/3/2022).

Darmawan mengatakan pembangunan SPKLU yang masif sangat penting dalam mendukung kendaraan listrik di Indonesia. Langkah PLN dalam mempercepat pengadaan SPKLU merupakan komitmen persero dalam transisi energi dan mengurangi emisi karbon.

Dengan adanya dukungan dari Himbara, Darmawan berharap pembangunan dan pengembangan SPKLU bakal kian masif dengan jangkauan yang semakin luas. Ia meyakini pembangunan SPKLU akan meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik lantaran fasilitas pengisian tenaga listrik akan semakin mudah ditemukan.

Ia juga meyakini kerja sama ini juga akan berdampak pada citra positif Indonesia di mata dunia internasional. Sebab, program-program penggunaan energi yang ramah lingkungan ikut didukung oleh perbankan nasional.

Diketahui, jangka waktu pelaksanaan kerja sama ini sejak ditandatanganinya nota kesepahaman, sampai dengan 31 Desember 2022, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak.

"Kami harapkan dukungan HIMBARA terhadap program pengembangan energi hijau akan terus berlanjut, khususnya pada pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional," kata Darmawan.

Bersambung ke halaman selanjutnya. Langsung klik

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT