ADVERTISEMENT

Rusia Akan Susun Aturan Bayar Gas Pakai Rubel, Pasokan ke Eropa Terancam!

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 29 Mar 2022 22:15 WIB
Russian President Vladimir Putin greets people after his speech at the concert marking the eighth anniversary of the referendum on the state status of Crimea and Sevastopol and its reunification with Russia, in Moscow, Russia, Friday, March 18, 2022. (Ramil Sitdikov/Sputnik Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin/Foto: AP/Ramil Sitdikov
Jakarta -

Rusia akan menyusun pengaturan praktis pada Kamis (31/3) bagi perusahaan asing untuk membayar gasnya dalam rubel. Aturan ini kemungkinan meningkatkan gangguan pasokan di negara-negara Eropa yang bergantung gas dari Rusia.

Perintah Presiden Rusia Vladimir Putin yang mewajibkan negara-negara tak bersahabat untuk membayar impor gas dengan rubel telah mendorong mata uang tersebut. Padahal sebelumnya jatuh ke posisi terendah sepanjang masa.

"Tidak ada yang akan memasok gas secara gratis, itu tidak mungkin dan Anda hanya dapat membayarnya dalam rubel," kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dikutip dari Reuters, Selasa (29/3/2022).

Putin telah menetapkan tenggat waktu 31 Maret 2022 untuk model pembayaran. Sejalan dengan batas waktu itu, semua skema sedang dikembangkan.

"Semua modalitas sedang dikembangkan sehingga sistem ini sederhana, dapat dimengerti, dan layak untuk para pembeli Eropa dan internasional," tutur Peskov.

Langkah tersebut menuai kritik keras dari negara-negara Eropa. Negara-negara industri yang tergabung dalam kelompok G7 juga menolak tuntutan Rusia karena sebagian besar kontrak menetapkan pembayaran euro atau dolar Amerika Serikat (AS).

"Itu adalah posisi yang kami bagikan, yang dipegang oleh komisaris energi kami," kata Juru Bicara Komisi Eropa pada konferensi pers di Brussels.

Sebagai informasi, Eropa mendapat sekitar 40% gasnya dari Rusia. Impor sekitar 155 miliar meter kubik (bcm) tahun lalu.

Permintaan Putin telah memicu kekhawatiran di Jerman, ekonomi utama Eropa, tentang gangguan besar pada pasokan gas jika gagal membayar dalam rubel. Hal ini akan mempengaruhi industri dan rumah tangga.

"Tanpa pasokan gas Rusia, ekonomi Jerman akan menderita kerusakan besar yang harus dihindari jika memungkinkan," kata Kepala Eksekutif E.ON Leonhard Birnbaum dan menambahkan bahwa negara itu akan membutuhkan tiga tahun untuk merdeka dari gas Rusia.

Pekan lalu, AS berjanji akan memasok setidaknya 15 bcm gas alam cair (LNG) ke Eropa pada 2022. Sayangnya jumlah itu tidak serta-merta dapat sepenuhnya menggantikan impor gas dari Rusia.

Lihat juga video 'Zelensky Tegas Minta Eropa Berhenti Beli Minyak ke Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT